PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
TOYOTA merupakan
pabrikan penghasil mobil terbesar di dunia dalam unit sales dan net sales.
Pabrikan terbesar di Jepang ini
menghasilkan 8-8,5 juta unit mobil di seluruh dunia tiap tahunnya.
TOYOTA adalah sebuah perusahaan otomotif yang saat ini sangat
memperhatikan mutu dan kepuasan pelanggan.
Oleh karena itu, perusahaan ini menerapkan rencana bisnis yang disebut
The Toyota Touch (Sentuhan Toyota). Rencana bisnis ini menerapkan filosofi
jangka panjang yang menempatkan pelanggan pada posisi utama. Selain itu
perusahaan TOYOTA juga merupakan sebuah perusahaan yang memiliki daya saing
dengan perusahaan otomotif lainnya khususnya di pangsa pasar Asia, Amerika
Utara bahkan dunia.
Tentunya, kesuksesan tersebut datang dari sistem menejemen
yang mereka terapkan dalam berbagai aspek. Sistem menejemen itu pun pada
akhirnya menciptakan sejumlah keunggulan yang melatarbelakangi kesusksesan
TOYOTA.
Disini
melalui sebuah artikel yang berjudul “ Cara Toyota’ dimana didalam artikel
tersebut penulis menceritakan tentang perusahaan TOYOTA mulai dari keistimewaan
perusahaan tersebut sampai dengan karekteristik unik dan kreatif yang dimiliki
oleh perusahaan TOYOTA, maka kami dari kelompok tugas Menejemen merasa tertarik
dan terpanggil untuk mengupas tuntas segala keistimewaan dan karekteristik unik
perusahaan TOYOTA melalui sudut pandang S.W.O.T. secara lugas dan tepat.
Disamping
itu pula didalam makalah ini kami akan menyajikan sejumlah hal-hal penting
lainnya seperti profil dan pembahasan soal kasus yang telah kami rangkum
kedalam bentuk suatu laporan makalah.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1)
Apa keunggulan yang dimiliki oleh perusahaan TOYOTA
sehingga mereka dapat mencapai kesuksesan ?
2)
Bagaimana cara TOYOTA menyelesaikan masalah yang
dihadapi oleh para karyawannya?
C. Tujuan
Pembahasan
Makalah
ini bertujuan untuk memaparkan sejumlah keistimewaan dan karakteristik unik
dari perusahaan TOYOTA dengan menggunakan analisis S.W.O.T dimana didalam
pemaparan dengan menggunakan analisis S.W.O.T maka kita akan dapat mengetahui
dan melihat sejumlah keunngulan, kekurangan, peluang dan ancaman yang dihadapi
perusahaan TOYOTA.
Analisis dan
pembahasan
A. Analisis S.W.O.T
Berikut analisis
S.W.O.T yang kami himpun dari perusahaan TOYOTA :
STRENGTHS
Banyak sekali keunggulan dari
Toyota, antara lain :
1)
Pabriknya
yang dilengkapi dengan infrastruktur (sarana dan prasarana) yang sangat
memadai.
2)
Sistem
penerimaan karyawan yang selektif sehingga memiliki karyawan yang sangat
professional dan kompeten.
3)
Manajemen
dalam Toyota yang membudayakan penyelesaian masalah secara bersama-sama tanpa ada
yang saling menyalahkan.
WEAKNESSES
1)
Prinsip
Toyota yang terlalu mementingkan mutu dalam setiap produknya dapat berakibat
pada tingginya tingkat biaya produksi dan distribusi seta layanan purna jual.
Sehingga produk TOYOTA di banderol dengan haraga yang cukup tinggi.
OPPORTUNITIES
1)
Walaupun
harga produk Toyota yang tinggi, dirasa sebanding dengan kualitas yang dimiliki
produk TOYOTA, tentunya Toyota dapat mudah mendapatkan konsumen yang loyal
terhadap produk mereka khususnya masyarakat Amerika Utara dan Eropa yang
cenderung mengutamakan kualitas di bandingkan dengan harga.
THREATHS
1)
Banyaknya
pesaing di dunia otomotif seperti Honda Canada Inc., Hyundai, dan Cami
Automotive inc.
2)
Budaya
kerja dalam Toyota yang terlalu menuntut membuat kemungkinan karyawan merasa
tidak nyaman dan pada akhirnya dapat berdampak buruk pada kesetiaan karyawan
pada perusahaan.
B. Pembahasan Soal Kasus
1)
Apa
faktor yang menyebabkan kesuksesan Toyota mencapai tingkat mutu yang tinggi ?
2)
Dalam
organisasi seperti apa atau tipe organisasi seperti apa kaizen akan bekerja
dengan baik ? Dimana kemungkinan kaizen gagal ?
3)
Apa
yang harus dipertimbangkan Toyota untuk dikerjakan dengan lebih baik ?
Jawaban :
1)
Adapun
faktor yang menyebabkan kesuksesan TOYOTA adalah :
Faktor Internal
v
Perekrutan
tenaga kerja yang sangat selektif untuk mendapatkan tenaga kerja yang
professional
v
Cara
penyelesaian masalah yang dilakukan secara bersama-sama oleh para karyawan
tanpa menyalahkan karyawan yang membuat kesalahan
v
Serta cara manajemen memperlakukan karyawan,
menciptakan situasi kerja dimana rekan kerja saling memperhatikan dan
perusahaan memperlakukan pelanggan.
Faktor Eksternal
v
Persaingan
yang ketat dengan kompetitor di pangsa pasar sehingga mendorong TOYOTA untuk
terus meningkatkan mutu produk mereka.
2)
Kaizen
akan bekerja dengan baik dalam organisasi yang melakukan perekrutan karyawan
dengan selektif, melakukan penyelesaian masalah secara bersama-sama oleh para
karyawan, dan proses kerja yang efisien.
Kemungkinan Kaizen gagal adalah
pada suatu organisasi yang tidak memenuhi kriteria yang disebutkan diatas.
3)
Yang dipertimbangkan oleh TOYOTA adalah mutu
dari produk yang mereka hasilkan serta cara manejemen mereka memperlakukan
karyawan, menciptakan situasi rekan kerja yang saling memperhatikan dan
begaimana cara mereka memperlakukan pelanggan.
Sehingga, kepuasan pelanggan dan
kenyamanan para karyawan dalam bekerja sangat dijaga oleh pihak Toyota.
Profil TOYOTA
Toyota Motor
Corporation (TMC)
adalah sebuah pabrikan mobil yang berasal dari Jepang, yang berpusat di Toyota,
Aichi. Saat ini, Toyota
merupakan pabrikan penghasil mobil terbesar di dunia.
Di samping memproduksi mobil, Toyota juga
memberikan pelayanan finansial, dan juga membuat robot. TMC merupakan anggota dari Grup
Toyota dan
memproduksi mobil dengan merek berbagai merek seperti Toyota Lexus dan Scion, memiliki sebagian besar saham dari Daihatsu dan Hino,dan memiliki sebagian kecil saham Subaru dan Isuzu.
Kantor Pusat
Toyota di Toyota City, Aichi, Jepang
Toyota Motor
Corporation didirikan pada September 1933 sebagai divisi mobil Pabrik Tenun
Otomatis Toyoda. Divisi mobil perusahaan tersebut kemudian dipisahkan
pada 27 Agustus 1937 untuk menciptakan Toyota Motor
Corporation seperti saat ini.
Berangkat dari
industri tekstil, Perusahaan yang memproduksi 1 mobil tiap 50 menit ini
ternyata menggunakan penamaan Toyota lebih karena penyebutannya lebih enak
daripada memakai nama keluarga pendirinya, Toyoda. Toyota merupakan
pabrikan mobil terbesar di dunia dalam unit sales dan
net sales. Pabrikan terbesar di Jepang ini menghasilkan 8-8,5 juta unit mobil
di seluruh dunia tiap tahunnya.
Sakichi Toyoda
lahir pada bulan Februari 1867 di Shizuoka, Jepang. Pria ini dikenal sebagai penemu sejak
berusia belasan tahun. Toyoda mengabdikan hidupnya mempelajari dan
mengembangkan perakitan tekstil. Dalam usia 30 tahun Toyoda menyelesaikan mesin tenun. Ini kemudian mengantarnya mendirikan cikal
bakal perakitan Toyota, yakni Toyoda Automatic Loom Works, Ltd. pada November
1926.
Di sini hak paten
mesin tekstil otomatisnya kemudian dijual kepada Platt
Brothers & Co, Ltd. dari Inggris, Britania
Raya. Hasil penjualan
paten ini, dijadikan modal pengembangan divisi otomotif. Mulai tahun 1933,
ketika Toyoda membangun divisi otomotif, tim yang kemudian banyak dikendalikan
oleh anaknya Kiichiro Toyoda,
tiada henti menghasilkan inovasi-inovasi terdepan di zamannya. Mesin Tipe A
berhasil dirampungkan pada 1934. Setahun kemudian mesin ini dicangkokkan
prototipe pertama mobil penumpang mereka, A1. Divisi otomotif Toyoda juga
menghasilkan truk model G1.
Replika dari
Toyota Model AA (1936), dengan logo Toyoda
Pada tahun 1936
mereka meluncurkan mobil penumpang pertama mereka, Toyoda AA (kala itu masih menggunakan nama
Toyoda). Model ini dikembangkan dari prototipe model A1 dan dilengkapi bodi dan
mesin A. Kendaraan ini dari awal diharapkan menjadi mobil rakyat. Empat tahun
menunggu dirasa cukup melahirkan perusahaan otomotif sendiri dan melepaskan
diri dari industri tekstil mereka. Kemudian tahun 1937 mereka meresmikan divisi
otomotif dan memakai nama Toyota, bukan Toyoda seperti nama industri tekstil. Lalu,
tahun 1937 merupakan era penting kelahiran Toyota Motor Co, Ltd. Cikal bakal
raksasa Toyota Motor Corp (TMC) sekarang.Dan pada tahun 1938, didirikan Koromo
Plant di Jepang (sekarang bernama Honsha plant) yang merupakan Toyota's
Establishment Exhibit Room. Plant ini disusun berdasarkan teori Just In Time dan dilengkapi dengan berbagai
fasilitas seperti asrama, rumah sakit, dan toko.
Semangat
inovasi Kiichiro Toyoda tidak
pernah redup. Toyota kemudian berkembang menjadi penghasil kendaraan tangguh.
Di era 1940-an, Toyota sibuk mengembangkan permodalan termasuk memasukkan
perusahaan di lantai bursa di Tokyo, Osaka dan Nagoya. Pada tahun 1947, penjualan mobil Toyota di
dalam negeri sudah mencapai 100.000 kendaraan.
Setelah era Perang
Dunia II berakhir,
tahun 1950-an merupakan pembuktian Toyota sebagai penghasil kendaraan serba
guna tangguh. Waktu itu kendaraan Jeep akrab di Jepang. Terinspirasi dari
mobil ini, Toyota kemudian mengembangkan prototipe Land Cruiser yang keluar
tahun 1950. Pada tahun yang sama pula Toyota mendirikan Toyota Motor Sales co.,
Ltd, anak perusahaan Toyota Motor Co., Ltd yang menangani penjualan, pemasaran dan
distribusi Toyota. Setahun kemudian meluncurkan secara resmi model awal Land Cruiser yakni
model BJ.
Bulan Juli tahun
itu, test drivernya Ichiro Taira mengakhiri uji coba dengan hasil luar biasa.
Diinspirasi oleh tokoh Samurai Heikuro Magaki yang mendaki Gunung Atago di atas kuda tahun 1643, Taira
mengemudikan Toyota BJ-nya ke kuil Fudo di kota Okasaki. Ini sekaligus dipakai sebagai promosi
ketangguhan mobil segala medan ini. Tak lama berselang, Toyota Land Cruiser
mulai menandingi dominasi Jeep Willys. Bahkan dengan model-model
selanjutnya, Toyota Land Cruiser bisa
diterima di pasar yang kala itu sulit ditembus yakni Amerika Utara. Lewat model
ini, Toyota masuk ke pasar-pasar di berbagai belahan dunia, Termasuk di
Indonesia yang dikenal sebagai sebagai Toyota Hardtop Land
Cruiser FJ40/45. Di Afrika, model-model
Toyota Land Cruiser ini digunakan sebagai Technical alias jip
bersenjata yang dibekali senapan mesin ringan, berat atau bahkan senjata basoka
tanpa tolak balik (Recoilless bazooka) dan diterjunkan sepanjang
konflik-konflik bersenjata dengan kinerja sangat tangguh.
Toyota tidak hanya dikenal melalui Toyota
Land Cruiser. Mereka juga mengembangkan model yang menjadi favorit dunia, sedan
kecil. Pada tahun 1961, Toyota mengeluarkan model Publica dan lima tahun
kemudian meluncurkan model Corolla. Lewat Toyota
Corollayang memulai
debutnya pada tahun 1966, sedan mungil generasi awal ini memakai penggerak
belakang mengubah tatanan sedan bongsor yang populer saat itu menuju arah sedan
kecil yang kompak, irit dan ringkas. Memasuki tahun 1975, Corolla masuk dalam
generasi ketiga dan terjual lebih dari 5 juta unit. Hal yang menakjubkan ini
masih kokoh hingga sekarang. Mesin mobil Corolla ini kemudian digunakan di
Indonesia sebagai mesin untuk kendaraan niaga keluarga serbaguna, Toyota
Kijang generasi
awal yang dikenal sebagai Kijang Buaya.
Sejalan makin mengglobalnya produk Toyota,
mereka sadar tidak mempunyai grafik logo. Bahkan di Indonesia dijumpai
kendaraan bermerk Toyota seperti Toyota Kijang dengan logo TOYOTA pada
grill di bagian bonnet (hidung) mobil. Pada tahun 1989 Toyota akhirnya
memutuskan untuk membuat dua lingkaran oval (elips) yang menghasilkan huruf T dan
ellips ketiga mengisyaratkan akan the spirit of understanding in design.
Lingkaran ketiga itu sekaligus mengelilingi kedua lingkaran ellips sebelumnya
yang berbentuk T itu sebagai bukti menjaga dan memengaruhi sekelilingnya.
Pada tahun 1990-an, Toyota semakin
membuktikan bahwa mobil Jepang dapat bersaing dengan mobil Eropa dan
Amerika. Toyota Celica berhasil
menjadi juara rally dunia, dan Toyota
Camry menjadi
mobil paling laris di Amerika.
Tahun 1999 Toyota mengakuisisi 51,19%
saham Daihatsu dan
pada tahun 2001 Toyota membeli 50,11% saham Hino.
Kepemimpinan
Presiden Toyota
Motor Industries :
·
Taizo Ishida
(1950-1961)
·
Fukio Nakagawa
(1961-1967)
Presiden Toyota
Motor Corporation :
CEO Toyota Motor
Corporation :
Ketua Toyota Motor
Corporation :
PENUTUP
A. Kesimpulan
TOYOTA
memiliki sejumlah keunggulan yang menyebabkan mereka mencapai kesuksesan yaitu
mereka melakukan perekrutan
tenaga kerja yang sangat selektif untuk mendapatkan tenaga kerja yang
professional untuk dipekerjakan, memiliki cara penyelesaian masalah yang
dilakukan secara bersama-sama oleh para karyawan tanpa menyalahkan karyawan
yang membuat kesalahan, serta cara manajemen memperlakukan karyawan,
menciptakan situasi kerja dimana rekan kerja saling memperhatikan dan
perusahaan memperlakukan pelanggan.
Sehingga
dapat disimpulkan bahwa kunci kesuksesan TOYOTA terdapat pada manajemennya yang
tepat.
B. Saran
TOYOTA harus terus melakukan
inovasi-inovasi baru untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produk
mereka. Selain itu, TOYOTA juga harus dapat menciptakan situasi kerja yang
lebih nyaman bagi para karyawan agar karyawan lebih loyal pada perusahaan.
CARA TOYOTA
Di Toyota, mutu diartikan
menyediakan apa yang diperlukan pelanggan. Rencana bisnis disebut The Toyota
Touch ( Sentuhan Toyota), karena rencana itu memerlukan filosofi jangka panjang
yang menempatkan pelanggan di tempat pertama.
Untuk mencapai mutu, Toyota amat
memperhatikan orang yang terlibat. Di Toyota Motor Manufacturing di Kanada,
para calon karyawan harus mendemonstrasikan keterampilan komunikasi,
fleksibilitas departemen, kemampuan bekerja dalam tim, dan inisiatif untuk
mencari kelemahan dan memperbaikinya. “Kami memnginginkan orang yang mau
melakukan hal dengan cara yang berbeda,” kenang Bill Taylor, wakil presiden
manufaktur Toyota. Pengalaman dalam industri mobil bukan menjadi persyaratan.
Sebenarnya, Taylor adalah salah seorang dari beberapa yang dapat mengatakan
mempunyai pengalaman seperti itu.
Pabrik di Kanada ikut datang
menjawab untuk sukses yang dialami oleh Toyota disana. Pabrik itu diperlengkapi
dengan mesin mutakhir dan bersih serta penerangannya memadai. Pesaing setempat,
seperti Honda Kanada Inc., Hyundai, dan Cami Automotive Inc. (usaha patungan
antara GM dan Suzuki Motor Co.) tidak mempunyai keuntungan yang sama.
Tetapi yang lebih penting adalah
filosofi sentuhan Toyota, yang terjalin ke dalam semua operasi. Menghiasi
dinding terpampang tulisan seperti “Kepuasan pelanggan dimulai dari proses” dan
kepuasan pelanggan: inti dari bisnis kita.” “Ini mugkin nilainya kuno,” kata
Taylor, “tetapi bila Anda percaya pada ungkapan itu, hasilnya besar sekali.”
Di Toyota “ pelanggan” adalah
sebuah kata yang didefinisikan secara amat umum. Manajer tidak mengharap lini
pekerja untuk berpikir mengenai orang yang akhirnya memakai produk. “pelanggan
saya adalah orang yang ada didepan saya, “kata pekerja lini Victoria
Schumacher”. “ dan saya adalah pelanggan dari orang yang ada dibelakang saya.
Fokus mengenai pelanggan internal ini menyediakan orang yang benar-benar harus
dilayani kebutuhannya dalam prestasi mereka sendiri.
Rasa hormat untuk rekan sekerja
ditambah perhatian kepada pelanggan. Misalnya, kalau ada kesalahan terjadi,
lini itu dihentkan dan pekerja bersama-sama mencoba membetulkannya. Tidak ada
yang saling menyalahkan atau cemberut. “Apa yang signifikan adalah apa yang
dilakukan oleh tim dengan masalah setelah lini dihentikan, “jelas taylor.
“Tidak seorang pun yng menyalahkan pekerja yang bertanggung jawab untuk masalah
tersebut. Sebaliknya tim memfokuskan energi pada masalah. Anda harus memberikan
keleluasaan kepada orang untuk memecahkan masalah mereka sendri. Kalau tidak
demikian anda menghalangin inisiatif mereka.
Pada waktu yang sama, Toyota
menggunakan kesalahan untuk keuntungan perusahaan lewat proses yang disebut
orang Jepang sebagai kaizen, atau
perbaikan berkesinambungan. “Kalau sebuah tim melihat ada masalah, mereka
meng-kaizen [digunakan sebagai kata kerja oleh orang Kanada] masalah tadi dan
menghasilkan cara lebih baik untuk melakukan pekerjaan itu, “kata Adrian
Korstanje, manajer hubungan masyarakat.
Bukti dari kaizen tersebar di seluruh pabrik Toyota. Misalnya, jalur yang
dikendalikan dengan udara temat peralatan yang digerakkan dengan listrik
tergantung – yang dapat dijangkau dengan mudah oleh pekerja – dihasilkan dari
usul pekerja. Tim pemeliharaan perusahaan sendiri yang membuat jalur tersebut.
Para pekerja juga menghasilkan ide alat untu mempermudah pekerja memasang aki
dalam mobil.
Kaizen juga bebentuk tantangan
untuk karyawan. Tidak seperti pabrik mobil Amerika Utara yang lain, Toyota
tidak mempekerjakan satu pun insinyur industri. Sebaliknya Toyota menyerahkan
pada karyawan Toyota. Pada tahun 1990, ketika perusahaan ingin meningkatkan
produktivitas dari 50.000 menjadi 65.000 mobil setahun, manajemen menantang
karyawan untuk mewujudkannya. Lewat kaizen, karyawan mampu memperbaiki proses
dan mengurangi waktu produksi total dengan 30 detik untuk setiap mobil, sebuah
pengurangan yang signifikan.
Filosofi kaizen juga meluas sampai pada kantor administrasi. Kesadaran
bermasyarakat ada diantara 200 karyawan administrasi, kebanyakan bekerja sebuah
ruang terbuka kira-kira seluas ruang untuk senam. “Diperlukan penyesuaian,
“komentar Bill Easdale, wakil presiden senior untuk administrasi dan mantan
wakil presiden personalia dan hubungan industrial di de Haviland Aircraft of
Canada Ltd. “ Saya datang dari sebuah organisasi yang para eksekutifnya
mempunyai ruang besar,kursinya berlapis kulit, dan mempunyai kamar kecil
tersendiri. Kami mempunyai sekretaris yang memperhatikan janji kami. Disini,
bila orang mempunyai pertanyaan, mereka cukup berjalan ke meja anda.
Kadang-kadang memang terlalu ribut, tetapi saya menyukai perubahan itu.
Perbedaan yang paling besar adalah produktivitas saya sendiri telah turun,
tetapi produktivitas orang lain yang bekerja dengan saya naik pesat sekali.
Memang demikianlah seharusnya.”
Di Toyota, mutu bukan daya tarik
di permukaan saja di dalam pabrik. Sebaliknya, mutu adalah mengenai cara
manajemen memperlakukan karyawan, rekan sekerja saling memperlakukan, dan
perusahaan memperlakukan pelanggan. Itu adalah jalan hidup.

