Sabtu, 22 Maret 2014

Rasio Rasio Keuangan



1.      LAPORAN KEUANGAN

·         Neraca
Neraca dapat diartikan sebagai suatu bentuk laporan keuangan yang menunjukkan posisi harta (aktiva), utang dan modal (ekuitas dan disusun pada setiap akhir periode (tahun, semester,triwulan).
Contoh Neraca :
PT.CH
Neraca
(dalam ribuan rupiah)
Perkiraan
2012
Aktiva Lancar :
kas
Surat berharga
Piutang
Persediaan barang
Biaya dibayar dimaka
  Total Aktiva Lancar

aktiva tetap :
tanah
gedung dan mesin
penyusutan gedung dan mesin

Total Aktiva Tetap
Total Aktiva

5.100
1.000
28.900
38.420
700
74.120


6.800
38.080
(23.120)

14.960
95.880
Hutang Lancar :
Hutang Dagang
Wesel Bayar
Gaji yang akan dibayar
Hutang lainnya
Total Hutang Lancar

Hutang Jangka Panjang :
obligasi
Modal :
modal saham
Agio Saham
Laba yang ditahan
  Total Modal
    Total Hutang dan Modal

10.880
3.060
12.920
1.700
28.560


37.400

340
6.800
22.920
95.880

·         Laporan Laba Rugi
Pengertian laporan laba rugi adalah laporan yang merupakan bagian dari laporan keuangan yang memuat informasi mengenai hasil operasi perusahaan, baik itu pendapat dan pengeluran selama periode tertentu.
Contoh laporan laba/rugi :
PT.CH
Laporan Laba/Rugi
(dalam ribuan rupiah)
Perkiraan
2012
Penjualan
 Harga pokok penjualan
Laba kotor


Biaya operational :
Biaya penjualan
Biaya penyusutan
Biaya adm dan umum
Laba Operasi bersih (EBIT)
Biaya bunga
Pendapatan sebelum pajak (EBT)
Pajak pendapan
Laba bersih untuk pemegang saham

163.200
(121.586)
  41.620



  (9.800)
  (1.600)
(18.400)
11.820
  (3.260)
  8.560
  (3.420)
  5.140
·        
·         Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal merupakan suatu laporan yang memberikan keterangan mengenai perubahan modal khususnya yang berkaitan dengan kepemilikan saham dalam perusahaan.

·         Laporan Arus Kas
Laporan arus kas adalah laporan yang menunjukan pergerakan arus kas dalam suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu. Lapran arus kas dapat di jadikan alat control untuk mencegah terjadinya penyimpangan.






2.      ANALISIS RASIO KEUANGAN
a)         Definisi Rasio
              Rasio dapat dipahami sebgai hasil yang diperoleh antara satu jumlah dengan jumlah yang lainnya. Atau secara sederhana rasio disebut sebagai perbandingan jumlah, dari satu jumlah dengan jumlah lainnya itulahdilihat perbandingannya dengan harapan nantinya akan ditemukan jawaban yang selanjutnya itu dijadikan bahan kajian dan analisis dan diputuskan.
b)            Definisi Rasio Keuangan
            suatu kajian yang melihat perbandingan antara jumlah-jumlah yang terdapat pada laporan keuangan dengan mempergunakan formula-formula yang dianggap repersentatif untuk diterapkan. Rasio keuangan ini sangat penting digunakan untuk melakukan analisis terhadap kondisi keuangan perusahaan

3.      RASIO-RASIO KEUANGAN

A.     Likuiditas
Adalah kemampuan perusahaan untuk menyediakan alat pembayaran guna memenuhi kewajibannya yang sudah jatuh tempo.
Dari definisi tersebut ada dua unsur yang perlu diperhatikan :
·         Alat pembayaran : berupa Kas dan Bank
·         Kewajiban yang jatuh tempo : berupa transaksi yang harus segera dilakukan atau hutang segera dilunasi.
Mengukur Posisi Likuiditas
Posisi likuiditas dapat diukur dengan Current Rasio (CR) dan Quick Ratio (QR).
a.       Current Ratio adalah perbandingan antara aktiva lancar (current Assets) dengan hutang lancar (Current Liabilities). Hasil perbandingan itu menunjukkan besarnya tingkat likuiditas perusahaan.
Contoh  Keadaan Neraca Perusahaan sebagai berikut :

Assets : current assets (CA)                                                         Rp. 100.000,-
                Fixed assets                                                                       Rp. 200.000,-
                                                                                                                Rp. 300.000,-     
                Liabilities :
                                Current liabilities (CL)                                                     Rp. 50.000,-
                                Long term liabilities (LL)                                                 Rp. 60.000.-
                                Capital                                                                                  Rp. 190.000,-
                                                                                                                                Rp. 300.000,-
                Diminta : a. Tentukan carrent ratio (CR)
                                   b. Interpretasikan hasilnya
                Jawab :
                                CR = CA : CL
                                      = 100.000 : 50.000
                                      = 2
Keadaan ini berarti bahwa CA dua kali CL yang berarti pula perusahaan mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Dengan kalimat singkat dikatakan perusahaan dalam keadaan likuid.
Berdasarkan contoh itu pula kita dapat menyimpulkan bahwa  Current Ratio dapat di hitung dengan rumus :
b.      Quick Rasio adalah perbandingan antara quick assets dengan current liabilities. Quick assets terdiri dari kas bank, efek, piutang, atau dengan kalimat lain quick assets sama dengan current assets dikurangi inventory.
 Contoh :
                Quick assets                                       = Rp. 5.000,-
                Currents liabilities                            = Rp. 5.000,-
                Maka Quick Ratio                             = Rp. 5000 – Rp. 5000
                                                                                = 1 : 1
Hal ini berarti bahwa quick assets sama besarnya dengan jumlah hutang jangka pendek sehingga perusahaan dikatakan likuid. Apabila dibandingkan dengan Current Assets maka Quick Ratio lebih teliti karena persediaan, barang yang tingkat kecairannya paling lambat di keluarkan.
Apabila Current Ratio = 4 : 1, sedangkan 90% dari Current assets berwujud persediaan barang maka :
Quick Ratio = 4 – (90% x 4 ) : 1
                       = 0,4 : 1 . angka ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak likuid.
Bedasarkan dari pemeparan tersebut dapat kita simpulakan bahwa perhitungan quick ratio menggunakan rumus :
Quick ratio =  

B.      Solvabilitas
Solvabalitas perusahaan adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajiban finansialnya baik jangka pendek maupun jangka panjang seandainya perusahaan tersebut dilikuiditaskan atau dibubarkan.
Perusahaan dikatakan solvabel apabila mampu membayar semua hutang dari harta yang dimiliki. Sebaliknya dikatakan solvabel apabila mampu membayar semua hutang dari harta yang dimiliki. Sebaliknya dikatakan tidak solvabel apabila perusahaan tidak mampu membayar semua hutang dari harta yang dimilikinya.
Posisi Solvabilitas
        posisi solvabilitas dapat ditentukan dengan membandingkan nilai penjualan semua aktiva dengan semua hutang perusahaan yang dinyatakan dengan persen.
        Contoh :
Nilai Penjulan semua Aktiva                                            Rp. 1.500.000,-
Jumlah semua hutang                                        Rp. 1.000.000,-
    Nilai Lebih (exess value)                                               Rp.     500.000,-
Posisi solvabilitas ( 1.500.000 : 1.000.000 )  X  100%  =  150%
perusahaan dalam keadaan tersebut dinamakan solvabel kerena besarnya nilai aktiva 1,5 kali dari jumlah hutangny
a.
Didalam perhitungan rasio solvabilitas juga terdapat sejumlah rumus yang digunakan untuk memberikan ukuran atas posisi solvabilitas suatu perusahaan. Adapun rumus-rumus tersebut adalah :
Debt to Equity Ratio                            = 
Coverage to Interest Ratio               =
Total Assets to Equity                         =
Fixed Assets to Equity                        =
Current Assets to Equity                   =
Inventory to Equity                             =
Receivable to Equity                           =
Liquid Assets to Equity                       =

Contoh Soal:  Hitunglah Debt to Equity Ratio, Coverage to Interest Ratio, Total Assets to Equity, dan Current Assets to Equity PT. CH.
Debt to Equity Ratio                            = 
                                                   = 
                                                   = 2,20
Coverage to Interest Ratio               = 
                                                   =
                                                                    = 3,625
Total Assets to Equity                         =
                                                                    =
                                                   = 3,20
Current Assets to Equity                   =
                                                                    =
                                                                    = 2,40


C.      Rasio Aktivitas
Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya atau aktivanya. Rasio aktivitas menunjukan sejauh mana manajemen data mengumpulkan penjualan yang cukup atas aktiva perusahaan yang digunakan.
Adapun perhitungan dalam rasio aktivitas adalah :

Sales to Liquid Assets                         =

Sales to Receivable                             =

Sales to Inventories                            =

Sales to Current Assets                     =

Sales to Fixed Assets                          =

Sales to Total Assets                           =

Contoh Soal : Hitunglah Sales to Inventories, dan Sales to Total Assets PT. CH

Sales to Inventories                            =

                                                                    =

                                                                    = 4,24

Sales to Total Assets                           =

                                                                    =

                                                                    = 1,70

D.     Rasio Profitabilitas
Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk menunjukan gambaran tentang efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba. Rasio ini sebagai ukuran apakah para pemegang saham memperoleh tingkat pengembalian yang pantas atas investasinya.

NPM          =   

ROI             =           

ROE            =

Contoh soal :
Hitunglah NPM, ROI dan ROE dari PT. CH!
NPM          =   
                    =

                    = 0,03
   
ROI             =           
                    =

                    = 0,05

ROE            =
                    =

                    = 0,17

E.       Soliditas Perusahaan
 
Yang dimaksud soliditas perusahaan adalah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan dan kemauannya untuk memenuhi semua kewajiban finansilnya.
Macam-macam Soliditas 
 
Soliditas Perusahaan dapat dipisahkan dalam 3 komponen, yaitu :
1. Soliditas moril, berhubungan dengan watak kejujuran dari mereka yang memegang jabatan sebagai pimpinan perusahaan.
2. Soliditas komersiil, berhubungan dengan kejujuran para pemimpin perusahaan dalam menepati perjanjian dagang yang mereka adakan
3. Soliditas keuangan (finansiil), yaitu menggambarkan keutuhan modal yang tertanam dalam perusahaan. Soliditas keuangan ini yang biasanya dianggap paling penting.
Hubungan antara Soliditas dan Solvabilitas
   
Soliditas keuangan adalah yang paling utama. Semakin besar soliditas keuangan perusahaan, maka semakin kecil solvabilitas yang diharapkan bagi perusahaan, maka semakin kecil solvablitas yang diharapkan bagi perusahaan tersebut. Pada perusahaan soliditasnya tinggi. Para kreditur biasanya kurang memperhatikan nilai lebih perusahaan. Kepercayaan mereka terhadap perusahaan sudah besar sehingga posisi solvabilitasnya kurang diperhatikan.
F.       Daya penarikan kredit (CREDIETWAARDIGHEID)
Daya penarikan kredit adalah kemampuan perusahaan untuk mendapat kredit karena mendapatkan keperyaan.likuiditas, solvabilitas dn soliditas finansil persuhaan bersama-sama merupakan faktor penting dalam mempertimbangkan daya penarikan kredit perusahan.
G.     Rentabilitas
Adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tetentu.
Ada dua macam rentabilitas yaitu :
a.    Rentabilitas ekonomi(earning power )
Yaitu kemampuan suatu perusahaan utuk mendapatkan laba dari seluruh modal ( modal sendiri dan modal asing)

Keterangan:
1.       Laba yang di perhitungkan untuk menghitung rentabilitas ekonomis adalah laba yang berasal dari operasi perusahaan (laba usaha = net operating income). Jadi laba yang di peroleh dari penanaman modal diluar perusahaan tidak diperhitungkan. Misalnya untuk membeli efek ( surat berharga ),hasilnya berupa deviden kupon dan lain- lain. Net operating income = Net sales dikurangi (cost of goods sold + biaya penjualan + biaya administrasi dan umum).
2.       Modal yang diperhitungkan untuk menghitungkan rentabilitas ekonomi dalah modalyang bekerja di dalam perusahaan( operating capital/ assets). Jadi modal ditanamkan dalam perusahaan lain , misalnya dalam bentuk efek tidak diperhitungkan dalam menghitung rentabilitas ekonomis.

b.   Rentabilitas modal sendiri
Yaitu kemampuan suatu perusahaan unuk medapatkan laba dari modal sendiri yang dipergunakan dalam perusahaan.laba yang diperhitungkan adalah laba usaha setelah dikurangi bunga modal asing dan pajak perseroan (earning after tax= EAT ).
Modal yang diperhintungkan adlalah modal sendiri yang dipergunakan dalam perusahaan.

Contoh:
Modal sendiri                                                                            Rp.1.000.000
Modal asing (bunga 10% / thn )                                         Rp.1.000.000
                                                                                                       ........................
Jumlah modal usaha (operating capital )                       Rp.2.000.000
Laba usaha                                                                                  Rp.400.000
Bunga 10% x Rp.1.000.000                                                   Rp.100.000
                                                                                                       .........................
Laba subelum pajak                                                                               Rp.300.000
Pajak pendapatan                                                                   Rp.120.000
                                                                                                       .........................
Laba neto sesudah pajak                                                     Rp.180.000

Rentabilitas Ekonomis = (400.000 : 2.000.000) x 100% = 20%

Rentabilitas modal sendiri = (180.000: 1.000.000) x 100% = 18%

Jadi ada bermacam- macam perhitungan rentabilitas . Rentabilitas mana yng perlu dihitung , tergantung kepada kebutuhan. Angka rentabilitas ini berguna untuk mengukur tingkat efesiensi penggun modal yang di pergunakan dalam perusahaan belum dapat dipakai untuk mengukur tingkat efesiensi pengguna modal.




Hal ini dapat dijelaskan dengan contoh berikut :


Perusahaan A
Perusahaan B
Laba yang diperoleh
Modal yang digunakan
Rp.100.000
Rp.1.000.000
Rp.150.000
Rp.2.000.000
Rentabilitass
10 %
7,5 %

        Apabila hanya dilihat dari besarnya laba yang diperoleh, maka perusahaan B lebih efisien daripada perusahaan A. Akan tetapi setelah dihitung rentabilitasnya ternyata peruhaan A lebih efisien daripada perusahaan B.
Profit Margin dan assets turnover 9 perputaran aktiva )
a.       Profit margin (PM)
Adalah perbandingan antara pendapatan bersih ( Net income ) dengan jumlah penjualan. Profit Margin menggambarkan beberapa persen dari penjualan seluruhnya merupakan pendapatan bersih.

Contoh :
Hasil penjualan                                                                                             Rp 3.000.000
Cost of goods sold (CGS)=HPP                                                               Rp 2.000.000
                                                                                                                .......................
Laba kotor                                                                                       Rp 1.000.000


Biaya penjualan                            Rp 300.000
Biaya administrasi                        Rp 200.000
Biaya Umum                                  Rp 100.000 +
                                                                .....................

                                                                                Rp 600.000 –
                                                                                ......................


Laba Usaha                                                         Rp 400.000
Bunga 10 % x Rp 1.000.000                           Rp 100.000
                                                                                ......................

Laba sebelum pajak                                        Rp 300.000
Pajak pendapatan                                           Rp 120.000
                                                                                .......................
Laba neto sesudah pajak                              Rp 180.000
Profit Margin ( 180.000 : 3.000.000 ) x 100 % = 6

b.      Assets turnover
Adalah ukuran untuk mengetahui besarnya penjualan selama setahun dibanding dengan Net Operating Assets. Istilah lengkapnya adalah operating Assets Turnover.
Contoh :
Penjualan selama setahun                                                                           Rp 3.000.000
Operating Assets                                                                                             Rp    500.000
Operating Assets Turnover = 500.000
Earning power dapat juga dihitung dengan cara mengalikan profit margin dngan operating assets turnover.
Menurut contoh di atas maka Earning powernya adalah = 6 % x 6 = 36 %
Profit margin dimaksudakan untuk mngetahui efisiensi perusahaan dengan melihat besar kecilnya laba usaha dalam hubungannya dengan penjualan, sedangkan operating turnover dimaksudkan untuk mngetahui efisiensi perusahaan dengan melihat kecepatan perputaran assets selamaperiode tersebut.
Dengan demikian earning power dapat dinaikan dengan cara menaikkan profit margin yaitu hasilpenjualan ditingkatkan lebih besar dari pada biayanya.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar