1.
LAPORAN KEUANGAN
·
Neraca
Neraca dapat diartikan sebagai suatu bentuk laporan keuangan yang
menunjukkan posisi harta (aktiva), utang dan modal (ekuitas dan disusun pada
setiap akhir periode (tahun, semester,triwulan).
Contoh Neraca :
PT.CH
Neraca
(dalam ribuan rupiah)
Neraca
(dalam ribuan rupiah)
|
Perkiraan
|
2012
|
|
Aktiva Lancar :
kas
Surat berharga
Piutang
Persediaan barang
Biaya dibayar dimaka
Total
Aktiva Lancar
aktiva tetap :
tanah
gedung dan mesin
penyusutan gedung dan mesin
Total Aktiva
Tetap
Total Aktiva
|
5.100
1.000
28.900
38.420
700
74.120
6.800
38.080
(23.120)
14.960
95.880
|
|
Hutang Lancar :
Hutang Dagang
Wesel Bayar
Gaji yang akan dibayar
Hutang lainnya
Total Hutang
Lancar
Hutang Jangka Panjang :
obligasi
Modal :
modal saham
Agio Saham
Laba yang ditahan Total Modal Total Hutang dan Modal |
10.880
3.060
12.920
1.700
28.560
37.400
340
6.800
22.920
95.880
|
·
Laporan
Laba Rugi
Pengertian laporan laba rugi
adalah laporan yang merupakan bagian dari laporan keuangan yang memuat
informasi mengenai hasil operasi perusahaan, baik itu pendapat dan pengeluran
selama periode tertentu.
Contoh laporan
laba/rugi :
PT.CH
Laporan Laba/Rugi
(dalam ribuan rupiah)
Laporan Laba/Rugi
(dalam ribuan rupiah)
|
Perkiraan
|
2012
|
|
Penjualan
Harga pokok penjualan
Laba
kotor
Biaya
operational :
Biaya
penjualan
Biaya
penyusutan
Biaya adm
dan umum
Laba
Operasi bersih (EBIT)
Biaya
bunga
Pendapatan
sebelum pajak (EBT)
Pajak
pendapan
Laba
bersih untuk pemegang saham
|
163.200
(121.586)
41.620
(9.800)
(1.600)
(18.400)
11.820
(3.260)
8.560
(3.420)
5.140
|
·
·
Laporan
Perubahan Modal
Laporan
perubahan modal merupakan suatu laporan yang memberikan keterangan mengenai
perubahan modal khususnya yang berkaitan dengan kepemilikan saham dalam
perusahaan.
·
Laporan
Arus Kas
Laporan
arus kas adalah laporan yang menunjukan pergerakan arus kas dalam suatu
perusahaan dalam suatu periode tertentu. Lapran arus kas dapat di jadikan alat
control untuk mencegah terjadinya penyimpangan.
2.
ANALISIS RASIO KEUANGAN
a)
Definisi Rasio
Rasio dapat dipahami sebgai hasil yang diperoleh antara satu jumlah dengan jumlah yang lainnya. Atau secara sederhana rasio disebut sebagai perbandingan jumlah, dari satu jumlah dengan jumlah lainnya itulahdilihat perbandingannya dengan harapan nantinya akan ditemukan jawaban yang selanjutnya itu dijadikan bahan kajian dan analisis dan diputuskan.
Rasio dapat dipahami sebgai hasil yang diperoleh antara satu jumlah dengan jumlah yang lainnya. Atau secara sederhana rasio disebut sebagai perbandingan jumlah, dari satu jumlah dengan jumlah lainnya itulahdilihat perbandingannya dengan harapan nantinya akan ditemukan jawaban yang selanjutnya itu dijadikan bahan kajian dan analisis dan diputuskan.
b)
Definisi Rasio Keuangan
suatu kajian yang melihat perbandingan antara jumlah-jumlah yang terdapat pada laporan keuangan dengan mempergunakan formula-formula yang dianggap repersentatif untuk diterapkan. Rasio keuangan ini sangat penting digunakan untuk melakukan analisis terhadap kondisi keuangan perusahaan
suatu kajian yang melihat perbandingan antara jumlah-jumlah yang terdapat pada laporan keuangan dengan mempergunakan formula-formula yang dianggap repersentatif untuk diterapkan. Rasio keuangan ini sangat penting digunakan untuk melakukan analisis terhadap kondisi keuangan perusahaan
3.
RASIO-RASIO KEUANGAN
A.
Likuiditas
Adalah kemampuan perusahaan untuk menyediakan
alat pembayaran guna memenuhi kewajibannya yang sudah jatuh tempo.
Dari definisi tersebut ada dua unsur yang perlu diperhatikan :
Dari definisi tersebut ada dua unsur yang perlu diperhatikan :
·
Alat pembayaran : berupa Kas dan
Bank
·
Kewajiban yang jatuh tempo :
berupa transaksi yang harus segera dilakukan atau hutang segera dilunasi.
Mengukur Posisi Likuiditas
Posisi likuiditas dapat diukur dengan Current Rasio (CR) dan Quick Ratio (QR).
Posisi likuiditas dapat diukur dengan Current Rasio (CR) dan Quick Ratio (QR).
a.
Current Ratio adalah perbandingan
antara aktiva lancar (current Assets) dengan hutang lancar (Current
Liabilities). Hasil perbandingan itu menunjukkan besarnya tingkat likuiditas
perusahaan.
Contoh Keadaan Neraca Perusahaan sebagai berikut :
Assets : current assets (CA) Rp.
100.000,-
Fixed assets Rp.
200.000,-
Rp.
300.000,-
Liabilities :
Current liabilities (CL) Rp. 50.000,-
Long term liabilities (LL) Rp. 60.000.-
Capital Rp. 190.000,-
Rp. 300.000,-
Current liabilities (CL) Rp. 50.000,-
Long term liabilities (LL) Rp. 60.000.-
Capital Rp. 190.000,-
Rp. 300.000,-
Diminta
: a. Tentukan carrent ratio (CR)
b. Interpretasikan hasilnya
b. Interpretasikan hasilnya
Jawab
:
CR = CA : CL
= 100.000 : 50.000
= 2
CR = CA : CL
= 100.000 : 50.000
= 2
Keadaan
ini berarti bahwa CA dua kali CL yang berarti pula perusahaan mampu memenuhi
kewajiban jangka pendeknya. Dengan kalimat singkat dikatakan perusahaan dalam
keadaan likuid.
Berdasarkan contoh itu pula kita dapat menyimpulkan bahwa Current Ratio dapat di hitung dengan rumus :
b.
Quick Rasio adalah perbandingan
antara quick assets dengan current liabilities. Quick assets terdiri dari kas
bank, efek, piutang, atau dengan kalimat lain quick assets sama dengan current
assets dikurangi inventory.
Contoh :
Quick assets = Rp. 5.000,-
Currents liabilities = Rp. 5.000,-
Quick assets = Rp. 5.000,-
Currents liabilities = Rp. 5.000,-
Maka Quick Ratio = Rp. 5000 – Rp.
5000
= 1 : 1
= 1 : 1
Hal
ini berarti bahwa quick assets sama besarnya dengan jumlah hutang jangka pendek
sehingga perusahaan dikatakan likuid. Apabila dibandingkan dengan Current
Assets maka Quick Ratio lebih teliti karena persediaan, barang yang tingkat
kecairannya paling lambat di keluarkan.
Apabila Current Ratio
= 4 : 1, sedangkan 90% dari Current assets berwujud persediaan barang maka :
Quick Ratio = 4 – (90% x 4 ) : 1
= 0,4 : 1 . angka ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak likuid.
Quick Ratio = 4 – (90% x 4 ) : 1
= 0,4 : 1 . angka ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak likuid.
Bedasarkan dari pemeparan tersebut dapat kita simpulakan bahwa
perhitungan quick ratio menggunakan rumus :
Quick ratio =
B.
Solvabilitas
Solvabalitas perusahaan adalah kemampuan
perusahaan untuk memenuhi semua kewajiban finansialnya baik jangka pendek maupun jangka panjang
seandainya perusahaan tersebut dilikuiditaskan atau dibubarkan.
Perusahaan dikatakan solvabel apabila mampu membayar semua hutang dari
harta yang dimiliki. Sebaliknya dikatakan solvabel apabila mampu membayar semua
hutang dari harta yang dimiliki. Sebaliknya dikatakan tidak solvabel apabila
perusahaan tidak mampu membayar semua hutang dari harta yang dimilikinya.
Posisi Solvabilitas
posisi solvabilitas dapat ditentukan dengan membandingkan nilai penjualan semua aktiva dengan semua hutang perusahaan yang dinyatakan dengan persen.
posisi solvabilitas dapat ditentukan dengan membandingkan nilai penjualan semua aktiva dengan semua hutang perusahaan yang dinyatakan dengan persen.
Contoh
:
Nilai Penjulan semua Aktiva Rp. 1.500.000,-
Jumlah semua hutang Rp. 1.000.000,-
Nilai Lebih (exess value) Rp. 500.000,-
Nilai Penjulan semua Aktiva Rp. 1.500.000,-
Jumlah semua hutang Rp. 1.000.000,-
Nilai Lebih (exess value) Rp. 500.000,-
Posisi solvabilitas
( 1.500.000 : 1.000.000 ) X 100%
= 150%
perusahaan dalam keadaan tersebut dinamakan solvabel kerena besarnya nilai aktiva 1,5 kali dari jumlah hutangnya.
perusahaan dalam keadaan tersebut dinamakan solvabel kerena besarnya nilai aktiva 1,5 kali dari jumlah hutangnya.
Didalam perhitungan rasio solvabilitas juga terdapat sejumlah rumus yang
digunakan untuk memberikan ukuran atas posisi solvabilitas suatu perusahaan.
Adapun rumus-rumus tersebut adalah :
Debt
to Equity Ratio =
Coverage
to Interest Ratio =
Total
Assets to Equity =
Fixed
Assets to Equity =
Current
Assets to Equity =
Inventory
to Equity =
Receivable
to Equity =
Liquid
Assets to Equity =
Contoh
Soal: Hitunglah Debt to Equity Ratio,
Coverage to Interest Ratio, Total Assets to Equity, dan Current Assets to
Equity PT. CH.
Debt
to Equity Ratio =
=
=
2,20
Coverage
to Interest Ratio =
=
=
3,625
Total
Assets to Equity =
=
=
3,20
Current
Assets to Equity =
=
=
2,40
C.
Rasio
Aktivitas
Rasio ini merupakan rasio yang
digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya
atau aktivanya. Rasio aktivitas menunjukan sejauh mana manajemen data
mengumpulkan penjualan yang cukup atas aktiva perusahaan yang digunakan.
Adapun perhitungan dalam rasio
aktivitas adalah :
Sales to Liquid Assets =
Sales to Receivable =
Sales to Inventories =
Sales to Current Assets =
Sales to Fixed Assets =
Sales to Total Assets =
Contoh Soal : Hitunglah Sales to Inventories, dan Sales to Total Assets PT. CH
Sales to Inventories =
=
=
4,24
Sales to Total Assets =
=
=
1,70
D.
Rasio
Profitabilitas
Rasio ini merupakan rasio yang
digunakan untuk menunjukan gambaran tentang efektivitas perusahaan dalam
menghasilkan laba. Rasio ini sebagai ukuran apakah para pemegang saham
memperoleh tingkat pengembalian yang pantas atas investasinya.
NPM =
ROI =
ROE =
Contoh soal :
Hitunglah NPM, ROI dan ROE dari PT. CH!
NPM =
=
=
0,03
ROI =
=
=
0,05
ROE =
=
=
0,17
E.
Soliditas Perusahaan
Yang dimaksud soliditas perusahaan adalah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan dan kemauannya untuk memenuhi semua kewajiban finansilnya.
Yang dimaksud soliditas perusahaan adalah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan dan kemauannya untuk memenuhi semua kewajiban finansilnya.
Macam-macam
Soliditas
Soliditas Perusahaan dapat dipisahkan dalam 3 komponen, yaitu :
1. Soliditas moril, berhubungan dengan watak kejujuran dari mereka yang memegang jabatan sebagai pimpinan perusahaan.
2. Soliditas komersiil, berhubungan dengan kejujuran para pemimpin perusahaan dalam menepati perjanjian dagang yang mereka adakan
3. Soliditas keuangan (finansiil), yaitu menggambarkan keutuhan modal yang tertanam dalam perusahaan. Soliditas keuangan ini yang biasanya dianggap paling penting.
Soliditas Perusahaan dapat dipisahkan dalam 3 komponen, yaitu :
1. Soliditas moril, berhubungan dengan watak kejujuran dari mereka yang memegang jabatan sebagai pimpinan perusahaan.
2. Soliditas komersiil, berhubungan dengan kejujuran para pemimpin perusahaan dalam menepati perjanjian dagang yang mereka adakan
3. Soliditas keuangan (finansiil), yaitu menggambarkan keutuhan modal yang tertanam dalam perusahaan. Soliditas keuangan ini yang biasanya dianggap paling penting.
Hubungan antara
Soliditas dan Solvabilitas
Soliditas keuangan adalah yang paling utama. Semakin besar soliditas keuangan perusahaan, maka semakin kecil solvabilitas yang diharapkan bagi perusahaan, maka semakin kecil solvablitas yang diharapkan bagi perusahaan tersebut. Pada perusahaan soliditasnya tinggi. Para kreditur biasanya kurang memperhatikan nilai lebih perusahaan. Kepercayaan mereka terhadap perusahaan sudah besar sehingga posisi solvabilitasnya kurang diperhatikan.
Soliditas keuangan adalah yang paling utama. Semakin besar soliditas keuangan perusahaan, maka semakin kecil solvabilitas yang diharapkan bagi perusahaan, maka semakin kecil solvablitas yang diharapkan bagi perusahaan tersebut. Pada perusahaan soliditasnya tinggi. Para kreditur biasanya kurang memperhatikan nilai lebih perusahaan. Kepercayaan mereka terhadap perusahaan sudah besar sehingga posisi solvabilitasnya kurang diperhatikan.
F.
Daya penarikan kredit
(CREDIETWAARDIGHEID)
Daya
penarikan kredit adalah kemampuan perusahaan untuk mendapat kredit karena
mendapatkan keperyaan.likuiditas, solvabilitas dn soliditas finansil persuhaan
bersama-sama merupakan faktor penting dalam mempertimbangkan daya penarikan
kredit perusahan.
G.
Rentabilitas
Adalah
kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tetentu.
Ada
dua macam rentabilitas yaitu :
a.
Rentabilitas ekonomi(earning power
)
Yaitu kemampuan suatu perusahaan utuk mendapatkan laba dari
seluruh modal ( modal sendiri dan modal asing)
Keterangan:
1.
Laba yang di perhitungkan untuk
menghitung rentabilitas ekonomis adalah laba yang berasal dari operasi
perusahaan (laba usaha = net operating income). Jadi laba yang di peroleh dari penanaman modal
diluar perusahaan tidak diperhitungkan. Misalnya untuk membeli efek ( surat
berharga ),hasilnya berupa deviden kupon dan lain- lain. Net operating income =
Net sales dikurangi (cost of goods sold + biaya penjualan + biaya administrasi
dan umum).
2.
Modal yang diperhitungkan untuk
menghitungkan rentabilitas ekonomi dalah modalyang bekerja di dalam perusahaan(
operating capital/ assets). Jadi modal ditanamkan dalam perusahaan lain ,
misalnya dalam bentuk efek tidak diperhitungkan dalam menghitung rentabilitas
ekonomis.
b.
Rentabilitas modal sendiri
Yaitu kemampuan suatu perusahaan unuk medapatkan laba dari
modal sendiri yang dipergunakan dalam perusahaan.laba yang diperhitungkan
adalah laba usaha setelah dikurangi bunga modal asing dan pajak perseroan
(earning after tax= EAT ).
Modal yang diperhintungkan adlalah modal sendiri yang
dipergunakan dalam perusahaan.
Contoh:
Modal sendiri Rp.1.000.000
Modal asing (bunga 10% / thn ) Rp.1.000.000
........................
Jumlah modal usaha (operating capital ) Rp.2.000.000
Laba usaha Rp.400.000
Bunga 10% x Rp.1.000.000 Rp.100.000
.........................
Laba subelum pajak Rp.300.000
Pajak pendapatan Rp.120.000
.........................
Laba neto sesudah pajak Rp.180.000
Rentabilitas Ekonomis = (400.000 : 2.000.000) x 100% = 20%
Rentabilitas modal sendiri = (180.000: 1.000.000) x 100% =
18%
Jadi ada bermacam- macam perhitungan rentabilitas .
Rentabilitas mana yng perlu dihitung , tergantung kepada kebutuhan. Angka
rentabilitas ini berguna untuk mengukur tingkat efesiensi penggun modal yang di
pergunakan dalam perusahaan belum dapat dipakai untuk mengukur tingkat
efesiensi pengguna modal.
Hal ini dapat dijelaskan dengan contoh
berikut :
|
|
Perusahaan A
|
Perusahaan B
|
|
Laba yang diperoleh
Modal yang digunakan
|
Rp.100.000
Rp.1.000.000
|
Rp.150.000
Rp.2.000.000
|
|
Rentabilitass
|
10 %
|
7,5 %
|
Apabila hanya dilihat dari besarnya laba
yang diperoleh, maka perusahaan B lebih efisien daripada perusahaan A. Akan
tetapi setelah dihitung rentabilitasnya ternyata peruhaan A lebih efisien
daripada perusahaan B.
Profit Margin dan
assets turnover 9 perputaran aktiva )
a.
Profit margin (PM)
Adalah perbandingan antara pendapatan bersih ( Net income )
dengan jumlah penjualan. Profit Margin menggambarkan beberapa persen dari
penjualan seluruhnya merupakan pendapatan bersih.
Contoh :
Hasil penjualan Rp
3.000.000
Cost of goods sold (CGS)=HPP Rp
2.000.000
.......................
Laba kotor Rp
1.000.000
Biaya penjualan Rp
300.000
Biaya administrasi Rp
200.000
Biaya Umum Rp
100.000 +
.....................
Rp
600.000 –
......................
Laba Usaha Rp
400.000
Bunga 10 % x Rp 1.000.000 Rp 100.000
......................
Laba sebelum pajak Rp
300.000
Pajak pendapatan Rp
120.000
.......................
Laba neto sesudah pajak Rp 180.000
Profit Margin ( 180.000 :
3.000.000 ) x 100 % = 6
b.
Assets turnover
Adalah ukuran untuk
mengetahui besarnya penjualan selama setahun dibanding dengan Net Operating
Assets. Istilah lengkapnya adalah operating Assets Turnover.
Contoh :
Penjualan selama
setahun Rp
3.000.000
Operating Assets Rp 500.000
Operating Assets
Turnover = 500.000
Earning power dapat
juga dihitung dengan cara mengalikan profit margin dngan operating assets
turnover.
Menurut contoh di
atas maka Earning powernya adalah = 6 % x 6 = 36 %
Profit margin
dimaksudakan untuk mngetahui efisiensi perusahaan dengan melihat besar kecilnya
laba usaha dalam hubungannya dengan penjualan, sedangkan operating turnover
dimaksudkan untuk mngetahui efisiensi perusahaan dengan melihat kecepatan
perputaran assets selamaperiode tersebut.
Dengan demikian
earning power dapat dinaikan dengan cara menaikkan profit margin yaitu
hasilpenjualan ditingkatkan lebih besar dari pada biayanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar