Berikut ini adalah makalah ku tentang persaingan tenaga kerja nuruh harian di Provinsi Babel,...
BAB. 1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung masih merupakan salah satu provinsi primadona bagi
para perantau dari berbagai penjuru tanah air. Hal ini tidak lain disebabkan
karena pesona dari sektor pertambangan yang masih sangat menjanjikan dimata
para perantau. Lalu sebagaimana di amanatkan oleh Undang-Undang No. 6 tahun
2011 bahwa Kepulauan Bangka Belitung sebagai salah satu bagian dari NKRI wajib
untuk menerima setiap Warga Negara Indonesia yang masuk ke wilayah Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung. Oleh karena
itu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus siap dan menerima setiap perantau
yang ingin mengadu nasib di pulau ini.
Tidak dapat
dipungkiri dari tahun-ketahun para perantau ini kemudian terus berdatangan ke
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mengadu nasib di pulau ini. Mayoritas
para perantau tersebut kemudian mengadu nasibnya sebagai buruh tambang timah dan
buruh harian di Provinsi kepulauan Bangka Belitung, walaupun ada sebagian dari
mereka yang memilih untuk bekerja di sektor lain seperti di sektor pemerintahan,
sektor pariwisata maupun sektor-sektor lainnya.
Dalam realita
yang ada, terbukti keberadaan para perantau ini terus menunjukan eksistensi
mereka di pulau ini. Hal ini terlihat dari dominasi mereka sebagai buruh harian
khususnya dalam sektor-sektor pembangunan infrastruktur yang merupakan bagian
dari proyek-proyek pembangunan pemerintah daerah.
Karena itu dalam
rangka menghadapi invasi para perantau
ini, pemerintahan daerah pun di harapkan mampu menciptakan dan menerapkan
strategi manajemen sumber daya manusia dalam rangka meningkatkan kualitas
masyarakat asli daerah untuk menghadapi persaingan dengan para pandatang yang
menginvasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Oleh
karena itu judul makalah ini sengaja di pilih karena menarik perhatian penulis
untuk dicermati dan dikaji secara lebih detail dan aktual. Hal ini didasari
oleh tekad dan keinginan penulis untuk mendorong peningkatan kualitas sumber
daya manusia Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka menghadapi persaingan
dengan para perantau.
B.
Pembatasan Masalah
Untuk memperjelas ruang lingkup
pembahasan, maka topik yang di bahas dalam makalah ini di batasi pada masalah :
1. Alasan
banyaknya perantau yang datang dan mengadu nasib di Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung.
2. Keunggulan
para perantau dalam bekerja sehingga banyak pihak-pihak pengusaha yang
menggunakan jasa mereka khususnya dalam segi profesi mereka sebagai buruh
harian di Provinsi kepulauan Bangka Belitung.
3. Peran
pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka memberdayakan
masyarakat asli daerah untuk menghadapi persaingan dengan para perantau dari
luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
C.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan pembatasan
masalah tersebut, masalah-masalah yang dibahas dalam makalah ini dapat
dirumuskan sebagai berikut :
1. Mengapa
banyak perantau yang datang dan mengadu nasib di Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung?
2. Apa
saja keunggulan mereka dalam bekerja sebagai buruh harian?
3. Apa
peran pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka
memberdayakan masyarakat asli daerah untuk menghadapi persaingan dengan para perantau
dari luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung?
D.
Tujuan
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk :
1. Menjelaskan
penyebab banyaknya para perantau yang mengadu nasib di Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung.
2. Memaparkan
keunggulan para perantau ini dalam segi kemampuan dalam bekerja sebagai buruh
harian.
3. Menjelaskan
peran pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka
memberdayakan masyarakat asli daerah untuk menghadapi persaingan dengan para perantau
dari luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
BAB. 2
PEMBAHASAN
Sebelum
membahas lebih lanjut mengenai eksistensi para perantau di Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung terlebih dahulu akan dijelaskan mengenai definisi dari perantau
dan buruh harian.
A.
Pengertian Perantau/Warga Pendatang
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) Perantau
atau pendatang adalah orang yang mencari penghidupan atau mata pencaharian di
wilayah lain yang masih berada dalam satu Negara.
Dari pengertian tersebut dapat kita pahami bahwa perantau
atau pendatang adalah penduduk dari suatu wilayah yang berpindah ke wilayah
lain yang masih dalam kawasan 1 negara dimana perantau tersebut melakukannya
demi mendapat penghidupan yang lebih layak di daerah perantauannya.
B.
Pengertian Buruh Harian
Buruh harian adalah buruh yang bekerja
pada orang lain yang menerima upah berdasarkan hari masuk kerja. Para buruh
harian ini biasanya merupakan tenaga kerja
yang tidak memiliki pendidikan tinggi atau keterampilan khusus yang
didapat melalui dunia pendidikan ataupun pelatihan. Contohnya buruh bangunan
atau yang dikenal sebagai kuli bangunan dan buruh perkebunan sawit.
C.
Persaingan Buruh Harian di Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung
Dari tahun ke tahun jumlah perantau yang
pindah dan menetap di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di perkirakan terus
bertambah. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung di perkirakan
ada sekitar 70.000-100.000 jumlah pendatang yang mendatangi Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung tiap tahunnya. Selain itu menurut data yang dirilis oleh BKKBN
(Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) warga pendatang juga merupakan
penyumbang terbesar bertambahnya jumlah penduduk di Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung. Pada tahun 2009, penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang di
data oleh BKKBN sebanyak 1.123.941 jiwa dan jumlah tersebut meningkat menjadi
1.555.849 jiwa pada tahun 2010. Menurut Medi Heryanto selaku Kepala Bidang
Advokasi Pergerakan dan Informasi
Perwakilan BKKBN Bangka Belitung mayoritas pendatang tersebut berasal
dari pulau Jawa, Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatra Selatan. Mayoritas dari mereka
kemudian mengadu nasib sebagai buruh harian dan buruh tambang di Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung.
Secara kasat mata keberadaan para
pendatang ini dapat kita lihat melalui tingginya arus mudik saat menjelang hari
raya Idul Fitri maupun dari eksistensi mereka di beberapa jenis profesi yang
pada umumnya di geluti oleh para warga pendatang ini. Contohnya kita dapat
melihat banyaknya warga pendatang yang membuka usaha kuliner sederhana seperti
warung-warung makan di pinggir jalan maupun banyaknya pekerja buruh harian dan
buruh tambang yang mencari nafkah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Adapun faktor-faktor yang menyebabkan
banyaknya para perantau yang mengadu nasib di Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung adalah :
1.
Peluang kerja yang lebih terbuka.
Peluang kerja sebagai buruh harian
di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memang dapat dikatakan sangat terbuka
lebar. Hal ini dikarenakan dengan mayoritas penduduk asli daerah yang lebih
memilih berprofesi di bidang lain khususnya dibidang swasta dan negeri
ketimbang menjadi buruh harian. Tentu hal ini tidaklah salah karena para
angkatan kerja tersebut memiliki tingkat pendidikan yang relatif tinggi
sehingga sangatlah rasional jika mereka lebih memilih profesi lain yang
mengandalkan otak dan ilmu yang mereka dapatkan dari dunia pendidikan formal
ketimbang menjadi buruh harian.
Tetapi semua hal ini berbanding terbalik dengan
provinsi-provinsi diluar Kepulauan Bangka Belitung khususnya provinsi-provinsi
yang ada di pulau jawa. Persaingan untuk mendapatkan pekerjaan di sana
sangatlah ketat karena jumlah penduduk yang besar dan banyaknya jumlah angkatan
kerja. Sehingga hal tersebutlah yang menjadi pemicu datangnya para perantau ini
ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk menjadi buruh harian.
2.
Pesatnya pertumbuhan sektor pembangunan dan
perkebunan kelapa sawit di Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung
Beberapa tahun terakhir ini
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
memang terhitung sedang mengalami peningkatan yang sangat pesat dalam
pembangunan sejumlah infrastruktur publik. Hal ini dapat kita lihat dari
gencarnya pembangunan gedung-gedung penunjang pelaksanaan fungsi pemerintahan daerah. Selain itu bisnis properti juga
sepertinya sedang menjamur dan menjadi ikon baru di Bangka Belitung. Tidaklah
heran jika dengan kondisi ini, maka peluang dan kesempatan para tenaga kerja dari
luar daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
semakin terbuka lebar khususnya bagi buruh harian yang bekerja sebagai buruh
bangunan karena proyek-proyek ini membutuhkan tenaga kerja manusia yang besar
dalam proses pengerjaannya.
Hal yang tidak jauh beda juga di
temui di sektor perkebunan kelapa sawit yang terus menunjukan progress
pertumbuhan yang semakin pesat. Tentu dengan pesatnya jumlah pertumbuhan luas
lahan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga di
ikuti dengan permintaan tenaga kerja yang juga meningkat karena tentu
dibutuhkan tenaga kerja sebagai buruh perkebunan untuk melakukan tugas-tugas
mulai dari menanam, merawat sampai memanem kelapa sawit tersebut.
3.
Anggaran keuangan yang terbatas dari pihak
pengembang pembangunan maupun pemerintah daerah.
Kondisi keuangan dari para
pengembang pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan pemerintah
daerah juga memiliki andil besar dalam hal ini. Dengan kondisi anggaran
(budget) yang terbatas para pengembang pembangunan dan pemerintah daerah
dipaksa untuk dapat menggunakan dana tersebut dengan seefisien dan seefektif
mungkin. Mereka pun kemudian memilih
menggunakan jasa buruh harian khususnya yang bekerja sebagai buruh bangunan yang
berasal dari luar daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung karena upah mereka
yang lebih murah sehingga akan meringankan beban dari para pengembang
pembangunan maupun pemerintah daerah.
4.
Akses komunikasi dan transportasi yang baik
Dalam era modernisasi saat ini, akses
setiap individu terhadap komunikasi menjadi sangat gampang dan fundamental.
Setiap individu dapat dengan mudah berkomunikasi dengan individu lainya melalui
perangkat komunikasi yang ada saat ini. Melalui proses komunikasi inilah
warga-warga yang ada di luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berminat datang
dan mengadu nasib di pulau ini setelah mendengar atau melihat keberadaan dan
karakteristik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalu media-media informasi
atau bahkan di ajak oleh sanak saudara maupun rekannya melalui proses
komunikasi tadi.
Demikian juga dengan akses transportasi yang telah cukup baik. Setiap
orang dapat datang dan pergi dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan
mudah baik melalui akses transportasi laut maupun udara karena telah didukung
dengan sarana dan prasarana yang memadai.
5.
Kondisi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang aman dan Budaya
masyarakat yangn ramah terhadap warga pendatang.
Sebagai salah satu provinsi yang
memiliki kondisi keamanan yang stabil dan bebas dari konflik yang berbau SARA serta masyarakat
yang bersifat terbuka dan ramah terhadap para pendatang juga merupakan salah
satu faktor yang menyebabkan para warga pendatang merantau dan mencari nafkah
di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
sebagai buruh harian. Dengan keramahan dan sifat terbuka tersebut tentu para
pendatang akan merasa nyaman untuk berinteraksi dengan warga asli Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung.
6.
Hukum dan perundangan-undangan yang berlaku
Sebagaimana di amanatkan dalam
Undang-Undang No. 6 tahun 2011 tentang keimigrasian bahwa dengan penegasan setiap warga Negara tidak
dapat ditolak masuk wilayah NKRI. Dengan adanya Undang-Undang No. 6 tahun 2011
ini maka Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung sebagai salah satu bagian dari NKRI wajib untuk menerima setiap Warga
Negara Indonesia yang masuk ke wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Demikian juga dengan para
pendatang atau perantau yang ingin mengadu nasib sebagai buruh harian di
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mereka pun secara langsung berdasarkan
amanat yang di sampaikan oleh Undang-undang tersebut memiliki hak untuk datang
dan bekerja di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Tentunya dengan keberadaan para pendatang
ini akan meningkatkan tingkat persaingan kerja antara warga asli dengan warga
pendatang ini. Sebagaimana seperti yang di ulas dilatar belakang, sebagian para
pendatang ini berprofesi sebagai buruh harian di Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung sedangkan sebagian penduduk asli Bangka Belitung juga menggantungkan
hidupnya dari profesi ini. Tentunya dengan keberdaan mereka, persaingan untuk
mendapatkan pekerjaan semakin ketat dan sulit. Ditambah lagi dengan beberapa
faktor yang kian menyebabkan penduduk asli semakin terdesak dengan keberadaan
para warga pendatang ini. Jika di cermati maka semakin lama para warga
pendatang ini semakin eksis dan mendominasi jumlah profesi buruh harian di
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
D.
Keunggulan Para Perantau Yang
Berprofesi Sebagai Buruh Harian
Eksistensi dan dominasi para warga
pendatang yang berprofesi sebagai buruh harian di Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung tentu selain disebabkan oleh faktor-faktor diatas juga disebabkan oleh
sejumlah keunggulan yang mereka miliki dibandingkan dengan para penduduk asli
daerah. Adapun keunggulan-keunggulan tersebut antara lain berasal dari faktor
internal para perantau tersebut.
Faktor
internal yang dimaksud disini adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan
internal (instrinsik) dari para warga pendatang yang berprofesi sebagai buruh
harian. Faktor-faktor internal inilah yang kemudian mendorong eksistensi dan
dominasi mereka sebagai buruh harian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Adapun faktor-faktor internal tersebut adalah sebagai
berikut :
1.
Kesiapan menerima upah yang lebih murah
Warga pendatang yang bekerja
sebagai buruh harian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung relatif siap dan mau
menerima upah yang lebih murah di bandingkan dengan upah para penduduk asli
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berprofesi segbagai buruh harian.
Mereka rata-rata menerima upah yang berkisar Rp. 80.000,00-Rp.100.000,00 per hari
kerja sedangkan para buruh harian yang notabene adalah penduduk asli Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung rata-rata menerima upah Rp. 100.000,00-Rp. 120.000,00 per hari kerja.
Tentu hal ini memberikan keunggulan tersendiri bagi para buruh harian yang
berasal dari luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut. Para pekerja
pendatang ini mengaku mereka mau menerima upah dengan nominal tersebut karena
menurut mereka upah itu sudah relatif lebih tinggi di bandingkan dengan upah bekerja
di daerah asalnya yang hanya berkisar Rp. 60.000 per hari kerja.
2.
Mental kerja yang kuat
Mental kerja yang lebih kuat juga
dapat dikatakan merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki oleh para pekerja
pendatang ini. Mereka siap ditempatkan ditempat-tempat dimana proyek maupun
pekerjaan mereka berlangsung dengan fasilitas yang seadanya. Kerap kali kita
melihat para pekerja ini hanya mendiami tenda-tenda sederhana yang hanya di
lengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang minim untuk menunjang kebutuhan harian
mereka. Dan mereka terbukti siap dan kuat menghadapi kondisi kerja tersebut.
3.
Keahlian kerja yang memenuhi standar.
Warga pendatang yang bekerja
sebagai buruh harian ini selain memiliki mental kerja yang kuat juga memiliki
keahlian kerja yang cukup baik. Walaupun ada beberapa pihak yang mengatakan
output dari para pekerja ini masih memiliki kualitas yang lebih rendah di
bandingkan dengan output tenaga buruh harian asli daerah tetapi setidaknya
hasil kerja mereka telah memenuhi standar yang telah ditentukan.
E.
Peran Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung Dalam Rangka Memberdayakan Masyarakat Asli Daerah Untuk
Menghadapi Persaingan Dengan Para Perantau Dari Luar Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung.
Sebagaimana yang tercantum di dalam
Tap MPR No. XV/1998 setiap pemerintahan daerah sebagai bentuk pelimpahan
wewenang dari pemerintahan pusat kepada pemerintahan daerah dalam bentuk
otonomi daerah maka setiap pemerintahan daerah termasuk pemerintahan daerah
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung wajib melaksanakan dan mengupayakan
tujuan-tujuan dari otonomi daerah tersebut yang antara lain adalah mendorong
pemberdayaan masyarakat dan menumbuhkan prakarsa serta kretifitas juga peran
serta masyarakat asli daerah.
Tentu jika berpedoman pada ketentuan
penyelenggaraan daerah tersebut maka pemerintahan daerah Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung harus memberdayakan masyarakat asli daerah dalam rangka
menghadapi persaingan dengan warga pendatang dari luar daerah khususnya dalam
hal ini menyangkut persaingan kerja di profesi buruh harian. Adapun hal-hal yang
harus di lakukan pemerintahan daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah
:
1.
Meningkatkan kualitas dan keterampilan para warga
daerah asli yang berprofesi sebagai buruh harian
Salah satu cara yang di rasa
merupakan bentuk peran aktif pemerintah daerah dalam rangka memberdayakan
masyarakat asli daerah yang dalam hal ini berprofesi sebagai buruh harian
adalah dengan cara memberikan pembekalan keterampilan maupun keahlian dalam
pengerjaan tugas melalui pendidikan non formal maupun pendidikan yang berbasis
formal dengan menyertakan kaum intelektual/tenaga ahli dalam proses pendidikan
tadi. Pemerintah daerah dapat saja menyertakan para mahasiswa teknik sipil
maupun insiyur-insiyur atau bahkan para buruh harian yang terampil untuk
membimbing para buruh harian sebagai bentuk pembekalan ilmu dan keterampilan
dasar. Hal ini tentunya ditujukan untuk meningkatkan kualitas para buruh harian
tadi sehingga mereka memiliki kualifikasi dan daya saing yang lebih kompetitif
dalam menghadapi persaingan untuk mendapatkan pekerjaan. Contohnya pemerintah
daerah dapat melaksanakan program pelatihan-pelatihan seperti melatih para
buruh harian tadi cara pembuatan pintu, jendela, batako dan lain-lain bagi para
buruh asli daerah.
2.
Mengutamakan perekrutan masyarakat asli daerah
Tidaklah berlebihan jika
pemerintahan daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengutamakan perekrutan
masyarakat asli daerah tetapi dengan ketentuan dalam proses perekrutan tetap harus
memperhatikan kualitas dari para tenaga buruh harian tersebut. Tetapi sayangnya
hal ini mungkin sulit untuk di implementasikan karena keterbatasan anggaran
pembangunan dan beberapa faktor lainnya yang dapat memicu timbulnya kecemburuan
sosial.
3.
Meningkatkan mutu pendidikan Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung khususnya bagi para angkatan kerja muda agar mereka dapat
menempati jenjang karier yang lebih baik.
Tentu sangat di harapkan bagi setiap
manusia untuk dapat menempati suatu jenjang karier yang baik serta dengan
segala kebutuhan yang dapat di penuhi. Oleh karena itu pemerintahan daerah
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus meningkatkan program pendidikan untuk
para pemuda-pemudi Bangka Belitung agar mereka dapat menempati jenjang karier
yang lebih baik. Sehingga jikalau memang profesi buruh harian banyak di
dominasi oleh para warga pendatang tidak menimbulkan masalah karena angkatan
kerja yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat berkerja di sektor
lain dengan kondisi yang lebih baik dan terjamin di bumi pertiwi ini.
BAB. 3
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Banyaknya para perantau/warga
pendatang yang mengadu nasib di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai
buruh harian pada dasarnya disebabkan oleh faktor-faktor di bidang ekonomi,
sosial, hukum dan budaya yang saling memiliki keterkaitan satu sama lain. Selain
itu eksistensi dan dominasi para perantau atau warga pendatang ini juga
disebabkan karena keunggulan yang mereka miliki seperti mental yang kerja kuat
sampai dengan kesiapan untuk menerima upah yang lebih murah di bandingkan
dengan masyarakat asli daerah yang berprofesi sama di bidang buruh harian. Oleh
karena itu dalam rangka menghadap persaingan ini pemerintah daerah Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung harus berperan aktif untuk memberdayakan masyarakat
asli daerah agar mereka memiliki kualitas dan skill yang lebih siap dan matang
dalam menghadapi persaingan kerja.
B.
Saran
Pemerintah
daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus berperan aktif untuk
memberdayakan masyarakat asli daerah agar mereka memiliki kualitas dan skill
yang lebih siap dan matang dalam ranka menghadapi persaingan kerja. Selain itu
masyarakat asli daerah juga dituntut untuk terus menunjukan kinerja yang baik
dalam bekerja sehingga dapat citra baik kepada para pengguna jasa buruh harian
ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar