Sabtu, 22 Maret 2014

Makalah MSDM



Berikut ini adalah makalah ku tentang persaingan tenaga kerja nuruh harian di Provinsi Babel,...

BAB. 1
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih merupakan salah satu provinsi primadona bagi para perantau dari berbagai penjuru tanah air. Hal ini tidak lain disebabkan karena pesona dari sektor pertambangan yang masih sangat menjanjikan dimata para perantau. Lalu sebagaimana di amanatkan oleh Undang-Undang No. 6 tahun 2011 bahwa Kepulauan Bangka Belitung sebagai salah satu bagian dari NKRI wajib untuk menerima setiap Warga Negara Indonesia yang masuk ke wilayah Provinsi Kepulauan  Bangka Belitung. Oleh karena itu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus siap dan menerima setiap perantau yang ingin mengadu nasib di pulau ini.
Tidak dapat dipungkiri dari tahun-ketahun para perantau ini kemudian terus berdatangan ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mengadu nasib di pulau ini. Mayoritas para perantau tersebut kemudian mengadu nasibnya sebagai buruh tambang timah dan buruh harian di Provinsi kepulauan Bangka Belitung, walaupun ada sebagian dari mereka yang memilih untuk bekerja di sektor lain seperti di sektor pemerintahan, sektor pariwisata maupun sektor-sektor lainnya.
Dalam realita yang ada, terbukti keberadaan para perantau ini terus menunjukan eksistensi mereka di pulau ini. Hal ini terlihat dari dominasi mereka sebagai buruh harian khususnya dalam sektor-sektor pembangunan infrastruktur yang merupakan bagian dari proyek-proyek pembangunan pemerintah daerah.
Karena itu dalam rangka menghadapi invasi  para perantau ini, pemerintahan daerah pun di harapkan mampu menciptakan dan menerapkan strategi manajemen sumber daya manusia dalam rangka meningkatkan kualitas masyarakat asli daerah untuk menghadapi persaingan dengan para pandatang yang menginvasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
                Oleh karena itu judul makalah ini sengaja di pilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan dikaji secara lebih detail dan aktual. Hal ini didasari oleh tekad dan keinginan penulis untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka menghadapi persaingan dengan para perantau.   



B.      Pembatasan Masalah
Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka topik yang di bahas dalam makalah ini di batasi pada masalah :
1.       Alasan banyaknya perantau yang datang dan mengadu nasib di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
2.       Keunggulan para perantau dalam bekerja sehingga banyak pihak-pihak pengusaha yang menggunakan jasa mereka khususnya dalam segi profesi mereka sebagai buruh harian di Provinsi kepulauan Bangka Belitung.
3.       Peran pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka memberdayakan masyarakat asli daerah untuk menghadapi persaingan dengan para perantau dari luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

C.      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut, masalah-masalah yang dibahas dalam makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.       Mengapa banyak perantau yang datang dan mengadu nasib di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung?
2.       Apa saja keunggulan mereka dalam bekerja sebagai buruh harian?
3.       Apa peran pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka memberdayakan masyarakat asli daerah untuk menghadapi persaingan dengan para perantau dari luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung?

D.     Tujuan
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk :
1.       Menjelaskan penyebab banyaknya para perantau yang mengadu nasib di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
2.       Memaparkan keunggulan para perantau ini dalam segi kemampuan dalam bekerja sebagai buruh harian.
3.       Menjelaskan peran pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka memberdayakan masyarakat asli daerah untuk menghadapi persaingan dengan para perantau dari luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.






BAB. 2
PEMBAHASAN
                Sebelum membahas lebih lanjut mengenai eksistensi para perantau di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terlebih dahulu akan dijelaskan mengenai definisi dari perantau dan buruh harian.
A.     Pengertian Perantau/Warga Pendatang
Menurut  Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) Perantau atau pendatang adalah orang yang mencari penghidupan atau mata pencaharian di wilayah lain yang masih berada dalam satu Negara.
Dari pengertian tersebut dapat kita pahami bahwa perantau atau pendatang adalah penduduk dari suatu wilayah yang berpindah ke wilayah lain yang masih dalam kawasan 1 negara dimana perantau tersebut melakukannya demi mendapat penghidupan yang lebih layak di daerah perantauannya.

B.      Pengertian Buruh Harian
Buruh harian adalah buruh yang bekerja pada orang lain yang menerima upah berdasarkan hari masuk kerja. Para buruh harian ini biasanya merupakan tenaga kerja  yang tidak memiliki pendidikan tinggi atau keterampilan khusus yang didapat melalui dunia pendidikan ataupun pelatihan. Contohnya buruh bangunan atau yang dikenal sebagai kuli bangunan dan buruh perkebunan sawit.

C.      Persaingan Buruh Harian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Dari tahun ke tahun jumlah perantau yang pindah dan menetap di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di perkirakan terus bertambah. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung di perkirakan ada sekitar 70.000-100.000 jumlah pendatang yang mendatangi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tiap tahunnya. Selain itu menurut data yang dirilis oleh BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) warga pendatang juga merupakan penyumbang terbesar bertambahnya jumlah penduduk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pada tahun 2009, penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang di data oleh BKKBN sebanyak 1.123.941 jiwa dan jumlah tersebut meningkat menjadi 1.555.849 jiwa pada tahun 2010. Menurut Medi Heryanto selaku Kepala Bidang Advokasi Pergerakan dan Informasi  Perwakilan BKKBN Bangka Belitung mayoritas pendatang tersebut berasal dari pulau Jawa, Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatra Selatan. Mayoritas dari mereka kemudian mengadu nasib sebagai buruh harian dan buruh tambang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Secara kasat mata keberadaan para pendatang ini dapat kita lihat melalui tingginya arus mudik saat menjelang hari raya Idul Fitri maupun dari eksistensi mereka di beberapa jenis profesi yang pada umumnya di geluti oleh para warga pendatang ini. Contohnya kita dapat melihat banyaknya warga pendatang yang membuka usaha kuliner sederhana seperti warung-warung makan di pinggir jalan maupun banyaknya pekerja buruh harian dan buruh tambang yang mencari nafkah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Adapun faktor-faktor yang menyebabkan banyaknya para perantau yang mengadu nasib di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah :
1.                Peluang kerja yang lebih terbuka.
Peluang kerja sebagai buruh harian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memang dapat dikatakan sangat terbuka lebar. Hal ini dikarenakan dengan mayoritas penduduk asli daerah yang lebih memilih berprofesi di bidang lain khususnya dibidang swasta dan negeri ketimbang menjadi buruh harian. Tentu hal ini tidaklah salah karena para angkatan kerja tersebut memiliki tingkat pendidikan yang relatif tinggi sehingga sangatlah rasional jika mereka lebih memilih profesi lain yang mengandalkan otak dan ilmu yang mereka dapatkan dari dunia pendidikan formal ketimbang menjadi buruh harian.
Tetapi semua hal ini berbanding terbalik dengan provinsi-provinsi diluar Kepulauan Bangka Belitung khususnya provinsi-provinsi yang ada di pulau jawa. Persaingan untuk mendapatkan pekerjaan di sana sangatlah ketat karena jumlah penduduk yang besar dan banyaknya jumlah angkatan kerja. Sehingga hal tersebutlah yang menjadi pemicu datangnya para perantau ini ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk menjadi buruh harian.
2.                Pesatnya pertumbuhan sektor pembangunan dan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Kepulauan  Bangka Belitung
Beberapa tahun terakhir ini Provinsi Kepulauan  Bangka Belitung memang terhitung sedang mengalami peningkatan yang sangat pesat dalam pembangunan sejumlah infrastruktur publik. Hal ini dapat kita lihat dari gencarnya pembangunan gedung-gedung penunjang pelaksanaan fungsi pemerintahan  daerah. Selain itu bisnis properti juga sepertinya sedang menjamur dan menjadi ikon baru di Bangka Belitung. Tidaklah heran jika dengan kondisi ini, maka peluang dan kesempatan para tenaga kerja dari luar daerah Provinsi Kepulauan  Bangka Belitung semakin terbuka lebar khususnya bagi buruh harian yang bekerja sebagai buruh bangunan karena proyek-proyek ini membutuhkan tenaga kerja manusia yang besar dalam proses pengerjaannya.
Hal yang tidak jauh beda juga di temui di sektor perkebunan kelapa sawit yang terus menunjukan progress pertumbuhan yang semakin pesat. Tentu dengan pesatnya jumlah pertumbuhan luas lahan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga di ikuti dengan permintaan tenaga kerja yang juga meningkat karena tentu dibutuhkan tenaga kerja sebagai buruh perkebunan untuk melakukan tugas-tugas mulai dari menanam, merawat sampai memanem kelapa sawit tersebut.
3.                Anggaran keuangan yang terbatas dari pihak pengembang pembangunan maupun pemerintah daerah.
Kondisi keuangan dari para pengembang pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan pemerintah daerah juga memiliki andil besar dalam hal ini. Dengan kondisi anggaran (budget) yang terbatas para pengembang pembangunan dan pemerintah daerah dipaksa untuk dapat menggunakan dana tersebut dengan seefisien dan seefektif mungkin. Mereka  pun kemudian memilih menggunakan jasa buruh harian khususnya yang bekerja sebagai buruh bangunan yang berasal dari luar daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung karena upah mereka yang lebih murah sehingga akan meringankan beban dari para pengembang pembangunan maupun pemerintah daerah.
4.             Akses komunikasi dan transportasi yang baik
Dalam era modernisasi saat ini, akses setiap individu terhadap komunikasi menjadi sangat gampang dan fundamental. Setiap individu dapat dengan mudah berkomunikasi dengan individu lainya melalui perangkat komunikasi yang ada saat ini. Melalui proses komunikasi inilah warga-warga yang ada di luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berminat datang dan mengadu nasib di pulau ini setelah mendengar atau melihat keberadaan dan karakteristik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalu media-media informasi atau bahkan di ajak oleh sanak saudara maupun rekannya melalui proses komunikasi tadi.
Demikian juga dengan akses transportasi yang telah cukup baik. Setiap orang dapat datang dan pergi dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan mudah baik melalui akses transportasi laut maupun udara karena telah didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai.
5.             Kondisi Provinsi Kepulauan  Bangka Belitung yang aman dan Budaya masyarakat yangn ramah terhadap warga pendatang.
Sebagai salah satu provinsi yang memiliki kondisi keamanan yang stabil dan bebas dari  konflik yang berbau SARA serta masyarakat yang bersifat terbuka dan ramah terhadap para pendatang juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan para warga pendatang merantau dan mencari nafkah di Provinsi Kepulauan  Bangka Belitung sebagai buruh harian. Dengan keramahan dan sifat terbuka tersebut tentu para pendatang akan merasa nyaman untuk berinteraksi dengan warga asli Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
6.                Hukum dan perundangan-undangan yang berlaku
Sebagaimana di amanatkan dalam Undang-Undang No. 6 tahun 2011 tentang keimigrasian bahwa  dengan penegasan setiap warga Negara tidak dapat ditolak masuk wilayah NKRI. Dengan adanya Undang-Undang No. 6 tahun 2011 ini  maka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai salah satu bagian dari NKRI wajib untuk menerima setiap Warga Negara Indonesia yang masuk ke wilayah Provinsi Kepulauan  Bangka Belitung. Demikian juga dengan para pendatang atau perantau yang ingin mengadu nasib sebagai buruh harian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mereka pun secara langsung berdasarkan amanat yang di sampaikan oleh Undang-undang tersebut memiliki hak untuk datang dan bekerja di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tentunya dengan keberadaan para pendatang ini akan meningkatkan tingkat persaingan kerja antara warga asli dengan warga pendatang ini. Sebagaimana seperti yang di ulas dilatar belakang, sebagian para pendatang ini berprofesi sebagai buruh harian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sedangkan sebagian penduduk asli Bangka Belitung juga menggantungkan hidupnya dari profesi ini. Tentunya dengan keberdaan mereka, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin ketat dan sulit. Ditambah lagi dengan beberapa faktor yang kian menyebabkan penduduk asli semakin terdesak dengan keberadaan para warga pendatang ini. Jika di cermati maka semakin lama para warga pendatang ini semakin eksis dan mendominasi jumlah profesi buruh harian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

D.           Keunggulan Para Perantau Yang Berprofesi Sebagai Buruh Harian
Eksistensi dan dominasi para warga pendatang yang berprofesi sebagai buruh harian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tentu selain disebabkan oleh faktor-faktor diatas juga disebabkan oleh sejumlah keunggulan yang mereka miliki dibandingkan dengan para penduduk asli daerah. Adapun keunggulan-keunggulan tersebut antara lain berasal dari faktor internal para perantau tersebut.
Faktor internal yang dimaksud disini adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan internal (instrinsik) dari para warga pendatang yang berprofesi sebagai buruh harian. Faktor-faktor internal inilah yang kemudian mendorong eksistensi dan dominasi mereka sebagai buruh harian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Adapun faktor-faktor internal tersebut adalah sebagai berikut :

1.                Kesiapan menerima upah yang lebih murah
Warga pendatang yang bekerja sebagai buruh harian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung relatif siap dan mau menerima upah yang lebih murah di bandingkan dengan upah para penduduk asli Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berprofesi segbagai buruh harian. Mereka rata-rata menerima upah yang berkisar Rp. 80.000,00-Rp.100.000,00 per hari kerja sedangkan para buruh harian yang notabene adalah  penduduk asli Provinsi Kepulauan Bangka Belitung rata-rata menerima upah Rp. 100.000,00-Rp. 120.000,00 per hari kerja. Tentu hal ini memberikan keunggulan tersendiri bagi para buruh harian yang berasal dari luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut. Para pekerja pendatang ini mengaku mereka mau menerima upah dengan nominal tersebut karena menurut mereka upah itu sudah relatif lebih tinggi di bandingkan dengan upah bekerja di daerah asalnya yang hanya berkisar Rp. 60.000 per hari kerja.
2.                Mental kerja yang kuat
Mental kerja yang lebih kuat juga dapat dikatakan merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki oleh para pekerja pendatang ini. Mereka siap ditempatkan ditempat-tempat dimana proyek maupun pekerjaan mereka berlangsung dengan fasilitas yang seadanya. Kerap kali kita melihat para pekerja ini hanya mendiami tenda-tenda sederhana yang hanya di lengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang minim untuk menunjang kebutuhan harian mereka. Dan mereka terbukti siap dan kuat menghadapi kondisi kerja tersebut.
3.                Keahlian kerja yang memenuhi standar.
Warga pendatang yang bekerja sebagai buruh harian ini selain memiliki mental kerja yang kuat juga memiliki keahlian kerja yang cukup baik. Walaupun ada beberapa pihak yang mengatakan output dari para pekerja ini masih memiliki kualitas yang lebih rendah di bandingkan dengan output tenaga buruh harian asli daerah tetapi setidaknya hasil kerja mereka telah memenuhi standar yang telah ditentukan.

E.      Peran Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dalam Rangka Memberdayakan Masyarakat Asli Daerah Untuk Menghadapi Persaingan Dengan Para Perantau Dari Luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sebagaimana yang tercantum di dalam Tap MPR No. XV/1998 setiap pemerintahan daerah sebagai bentuk pelimpahan wewenang dari pemerintahan pusat kepada pemerintahan daerah dalam bentuk otonomi daerah maka setiap pemerintahan daerah termasuk pemerintahan daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung wajib melaksanakan dan mengupayakan tujuan-tujuan dari otonomi daerah tersebut yang antara lain adalah mendorong pemberdayaan masyarakat dan menumbuhkan prakarsa serta kretifitas juga peran serta masyarakat asli daerah.
Tentu jika berpedoman pada ketentuan penyelenggaraan daerah tersebut maka pemerintahan daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus memberdayakan masyarakat asli daerah dalam rangka menghadapi persaingan dengan warga pendatang dari luar daerah khususnya dalam hal ini menyangkut persaingan kerja di profesi buruh harian. Adapun hal-hal yang harus di lakukan pemerintahan daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah :
1.             Meningkatkan kualitas dan keterampilan para warga daerah asli yang berprofesi sebagai buruh harian
Salah satu cara yang di rasa merupakan bentuk peran aktif pemerintah daerah dalam rangka memberdayakan masyarakat asli daerah yang dalam hal ini berprofesi sebagai buruh harian adalah dengan cara memberikan pembekalan keterampilan maupun keahlian dalam pengerjaan tugas melalui pendidikan non formal maupun pendidikan yang berbasis formal dengan menyertakan kaum intelektual/tenaga ahli dalam proses pendidikan tadi. Pemerintah daerah dapat saja menyertakan para mahasiswa teknik sipil maupun insiyur-insiyur atau bahkan para buruh harian yang terampil untuk membimbing para buruh harian sebagai bentuk pembekalan ilmu dan keterampilan dasar. Hal ini tentunya ditujukan untuk meningkatkan kualitas para buruh harian tadi sehingga mereka memiliki kualifikasi dan daya saing yang lebih kompetitif dalam menghadapi persaingan untuk mendapatkan pekerjaan. Contohnya pemerintah daerah dapat melaksanakan program pelatihan-pelatihan seperti melatih para buruh harian tadi cara pembuatan pintu, jendela, batako dan lain-lain bagi para buruh asli daerah.
2.             Mengutamakan perekrutan masyarakat asli daerah
Tidaklah berlebihan jika pemerintahan daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengutamakan perekrutan masyarakat asli daerah tetapi dengan ketentuan dalam proses perekrutan tetap harus memperhatikan kualitas dari para tenaga buruh harian tersebut. Tetapi sayangnya hal ini mungkin sulit untuk di implementasikan karena keterbatasan anggaran pembangunan dan beberapa faktor lainnya yang dapat memicu timbulnya kecemburuan sosial.
3.             Meningkatkan mutu pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung khususnya bagi para angkatan kerja muda agar mereka dapat menempati jenjang karier yang lebih baik.
Tentu sangat di harapkan bagi setiap manusia untuk dapat menempati suatu jenjang karier yang baik serta dengan segala kebutuhan yang dapat di penuhi. Oleh karena itu pemerintahan daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus meningkatkan program pendidikan untuk para pemuda-pemudi Bangka Belitung agar mereka dapat menempati jenjang karier yang lebih baik. Sehingga jikalau memang profesi buruh harian banyak di dominasi oleh para warga pendatang tidak menimbulkan masalah karena angkatan kerja yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat berkerja di sektor lain dengan kondisi yang lebih baik dan terjamin di bumi pertiwi ini.








BAB. 3
PENUTUP

A.           Kesimpulan
Banyaknya para perantau/warga pendatang yang mengadu nasib di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai buruh harian pada dasarnya disebabkan oleh faktor-faktor di bidang ekonomi, sosial, hukum dan budaya yang saling memiliki keterkaitan satu sama lain. Selain itu eksistensi dan dominasi para perantau atau warga pendatang ini juga disebabkan karena keunggulan yang mereka miliki seperti mental yang kerja kuat sampai dengan kesiapan untuk menerima upah yang lebih murah di bandingkan dengan masyarakat asli daerah yang berprofesi sama di bidang buruh harian. Oleh karena itu dalam rangka menghadap persaingan ini pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus berperan aktif untuk memberdayakan masyarakat asli daerah agar mereka memiliki kualitas dan skill yang lebih siap dan matang dalam menghadapi persaingan kerja.

B.            Saran
Pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus berperan aktif untuk memberdayakan masyarakat asli daerah agar mereka memiliki kualitas dan skill yang lebih siap dan matang dalam ranka menghadapi persaingan kerja. Selain itu masyarakat asli daerah juga dituntut untuk terus menunjukan kinerja yang baik dalam bekerja sehingga dapat citra baik kepada para pengguna jasa buruh harian ini.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar