Sabtu, 22 Maret 2014

Makalah toyota



PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
TOYOTA merupakan pabrikan penghasil mobil terbesar di dunia dalam unit sales dan net sales. Pabrikan terbesar di Jepang ini menghasilkan 8-8,5 juta unit mobil di seluruh dunia tiap tahunnya.
TOYOTA adalah sebuah perusahaan otomotif yang saat ini sangat memperhatikan mutu dan kepuasan pelanggan.  Oleh karena itu, perusahaan ini menerapkan rencana bisnis yang disebut The Toyota Touch (Sentuhan Toyota). Rencana bisnis ini menerapkan filosofi jangka panjang yang menempatkan pelanggan pada posisi utama. Selain itu perusahaan TOYOTA juga merupakan sebuah perusahaan yang memiliki daya saing dengan perusahaan otomotif lainnya khususnya di pangsa pasar Asia, Amerika Utara bahkan dunia.
Tentunya, kesuksesan tersebut datang dari sistem menejemen yang mereka terapkan dalam berbagai aspek. Sistem menejemen itu pun pada akhirnya menciptakan sejumlah keunggulan yang melatarbelakangi kesusksesan TOYOTA.
Disini melalui sebuah artikel yang berjudul “ Cara Toyota’ dimana didalam artikel tersebut penulis menceritakan tentang perusahaan TOYOTA mulai dari keistimewaan perusahaan tersebut sampai dengan karekteristik unik dan kreatif yang dimiliki oleh perusahaan TOYOTA, maka kami dari kelompok tugas Menejemen merasa tertarik dan terpanggil untuk mengupas tuntas segala keistimewaan dan karekteristik unik perusahaan TOYOTA melalui sudut pandang S.W.O.T. secara lugas dan tepat.
Disamping itu pula didalam makalah ini kami akan menyajikan sejumlah hal-hal penting lainnya seperti profil dan pembahasan soal kasus yang telah kami rangkum kedalam bentuk suatu laporan makalah.



B.  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1)      Apa keunggulan yang dimiliki oleh perusahaan TOYOTA sehingga mereka dapat mencapai kesuksesan ?
2)      Bagaimana cara TOYOTA menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh para karyawannya?
C. Tujuan Pembahasan
Makalah ini bertujuan untuk memaparkan sejumlah keistimewaan dan karakteristik unik dari perusahaan TOYOTA dengan menggunakan analisis S.W.O.T dimana didalam pemaparan dengan menggunakan analisis S.W.O.T maka kita akan dapat mengetahui dan melihat sejumlah keunngulan, kekurangan, peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan TOYOTA.











Analisis dan pembahasan
A. Analisis S.W.O.T
Berikut analisis S.W.O.T yang kami himpun dari perusahaan TOYOTA :
STRENGTHS
Banyak sekali keunggulan dari Toyota, antara lain :
1)      Pabriknya yang dilengkapi dengan infrastruktur (sarana dan prasarana) yang sangat memadai.
2)      Sistem penerimaan karyawan yang selektif sehingga memiliki karyawan yang sangat professional dan kompeten.
3)      Manajemen dalam Toyota yang membudayakan penyelesaian masalah secara bersama-sama tanpa ada yang saling menyalahkan.
WEAKNESSES
1)      Prinsip Toyota yang terlalu mementingkan mutu dalam setiap produknya dapat berakibat pada tingginya tingkat biaya produksi dan distribusi seta layanan purna jual. Sehingga produk TOYOTA di banderol dengan haraga yang cukup tinggi.
OPPORTUNITIES
1)      Walaupun harga produk Toyota yang tinggi, dirasa sebanding dengan kualitas yang dimiliki produk TOYOTA, tentunya Toyota dapat mudah mendapatkan konsumen yang loyal terhadap produk mereka khususnya masyarakat Amerika Utara dan Eropa yang cenderung mengutamakan kualitas di bandingkan dengan harga.
THREATHS
1)      Banyaknya pesaing di dunia otomotif seperti Honda Canada Inc., Hyundai, dan Cami Automotive inc.
2)      Budaya kerja dalam Toyota yang terlalu menuntut membuat kemungkinan karyawan merasa tidak nyaman dan pada akhirnya dapat berdampak buruk pada kesetiaan karyawan pada perusahaan.
B. Pembahasan Soal Kasus
1)      Apa faktor yang menyebabkan kesuksesan Toyota mencapai tingkat mutu yang tinggi ?
2)      Dalam organisasi seperti apa atau tipe organisasi seperti apa kaizen akan bekerja dengan baik ? Dimana kemungkinan kaizen gagal ?
3)      Apa yang harus dipertimbangkan Toyota untuk dikerjakan dengan lebih baik ?
Jawaban :
1)      Adapun faktor yang menyebabkan kesuksesan TOYOTA adalah :
Faktor Internal
v  Perekrutan tenaga kerja yang sangat selektif untuk mendapatkan tenaga kerja yang professional
v  Cara penyelesaian masalah yang dilakukan secara bersama-sama oleh para karyawan tanpa menyalahkan karyawan yang membuat kesalahan
v   Serta cara manajemen memperlakukan karyawan, menciptakan situasi kerja dimana rekan kerja saling memperhatikan dan perusahaan memperlakukan pelanggan.
Faktor Eksternal
v  Persaingan yang ketat dengan kompetitor di pangsa pasar sehingga mendorong TOYOTA untuk terus meningkatkan mutu produk mereka.

2)      Kaizen akan bekerja dengan baik dalam organisasi yang melakukan perekrutan karyawan dengan selektif, melakukan penyelesaian masalah secara bersama-sama oleh para karyawan, dan proses kerja yang efisien.
Kemungkinan Kaizen gagal adalah pada suatu organisasi yang tidak memenuhi kriteria yang disebutkan diatas.

3)       Yang dipertimbangkan oleh TOYOTA adalah mutu dari produk yang mereka hasilkan serta cara manejemen mereka memperlakukan karyawan, menciptakan situasi rekan kerja yang saling memperhatikan dan begaimana cara mereka memperlakukan pelanggan.
Sehingga, kepuasan pelanggan dan kenyamanan para karyawan dalam bekerja sangat dijaga oleh pihak Toyota.

























Profil TOYOTA
Toyota Motor Corporation (TMC) adalah sebuah pabrikan mobil yang berasal dari Jepang, yang berpusat di Toyota, Aichi. Saat ini, Toyota merupakan pabrikan penghasil mobil terbesar di dunia.
Di samping memproduksi mobil, Toyota juga memberikan pelayanan finansial, dan juga membuat robot. TMC merupakan anggota dari Grup Toyota dan memproduksi mobil dengan merek berbagai merek seperti Toyota Lexus dan Scion, memiliki sebagian besar saham dari Daihatsu dan Hino,dan memiliki sebagian kecil saham Subaru dan Isuzu.
Sejarah 
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/58/Toyota_Headquarter_Toyota_City.jpg/220px-Toyota_Headquarter_Toyota_City.jpg

Kantor Pusat Toyota di Toyota City, Aichi, Jepang
Toyota Motor Corporation didirikan pada September 1933 sebagai divisi mobil Pabrik Tenun Otomatis Toyoda. Divisi mobil perusahaan tersebut kemudian dipisahkan pada 27 Agustus 1937 untuk menciptakan Toyota Motor Corporation seperti saat ini.
Berangkat dari industri tekstil, Perusahaan yang memproduksi 1 mobil tiap 50 menit ini ternyata menggunakan penamaan Toyota lebih karena penyebutannya lebih enak daripada memakai nama keluarga pendirinya, Toyoda. Toyota merupakan pabrikan mobil terbesar di dunia dalam unit sales dan net sales. Pabrikan terbesar di Jepang ini menghasilkan 8-8,5 juta unit mobil di seluruh dunia tiap tahunnya.
Sakichi Toyoda lahir pada bulan Februari 1867 di ShizuokaJepang. Pria ini dikenal sebagai penemu sejak berusia belasan tahun. Toyoda mengabdikan hidupnya mempelajari dan mengembangkan perakitan tekstil. Dalam usia 30 tahun Toyoda menyelesaikan mesin tenun. Ini kemudian mengantarnya mendirikan cikal bakal perakitan Toyota, yakni Toyoda Automatic Loom Works, Ltd. pada November 1926.
Di sini hak paten mesin tekstil otomatisnya kemudian dijual kepada Platt Brothers & Co, Ltd. dari InggrisBritania Raya. Hasil penjualan paten ini, dijadikan modal pengembangan divisi otomotif. Mulai tahun 1933, ketika Toyoda membangun divisi otomotif, tim yang kemudian banyak dikendalikan oleh anaknya Kiichiro Toyoda, tiada henti menghasilkan inovasi-inovasi terdepan di zamannya. Mesin Tipe A berhasil dirampungkan pada 1934. Setahun kemudian mesin ini dicangkokkan prototipe pertama mobil penumpang mereka, A1. Divisi otomotif Toyoda juga menghasilkan truk model G1.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/71/1936_Toyoda_Model_AA_03.jpg/220px-1936_Toyoda_Model_AA_03.jpg
Replika dari Toyota Model AA (1936), dengan logo Toyoda
Pada tahun 1936 mereka meluncurkan mobil penumpang pertama mereka, Toyoda AA (kala itu masih menggunakan nama Toyoda). Model ini dikembangkan dari prototipe model A1 dan dilengkapi bodi dan mesin A. Kendaraan ini dari awal diharapkan menjadi mobil rakyat. Empat tahun menunggu dirasa cukup melahirkan perusahaan otomotif sendiri dan melepaskan diri dari industri tekstil mereka. Kemudian tahun 1937 mereka meresmikan divisi otomotif dan memakai nama Toyota, bukan Toyoda seperti nama industri tekstil. Lalu, tahun 1937 merupakan era penting kelahiran Toyota Motor Co, Ltd. Cikal bakal raksasa Toyota Motor Corp (TMC) sekarang.Dan pada tahun 1938, didirikan Koromo Plant di Jepang (sekarang bernama Honsha plant) yang merupakan Toyota's Establishment Exhibit Room. Plant ini disusun berdasarkan teori Just In Time dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti asrama, rumah sakit, dan toko.
Semangat inovasi Kiichiro Toyoda tidak pernah redup. Toyota kemudian berkembang menjadi penghasil kendaraan tangguh. Di era 1940-an, Toyota sibuk mengembangkan permodalan termasuk memasukkan perusahaan di lantai bursa di TokyoOsaka dan Nagoya. Pada tahun 1947, penjualan mobil Toyota di dalam negeri sudah mencapai 100.000 kendaraan.
Setelah era Perang Dunia II berakhir, tahun 1950-an merupakan pembuktian Toyota sebagai penghasil kendaraan serba guna tangguh. Waktu itu kendaraan Jeep akrab di Jepang. Terinspirasi dari mobil ini, Toyota kemudian mengembangkan prototipe Land Cruiser yang keluar tahun 1950. Pada tahun yang sama pula Toyota mendirikan Toyota Motor Sales co., Ltd, anak perusahaan Toyota Motor Co., Ltd yang menangani penjualan, pemasaran dan distribusi Toyota. Setahun kemudian meluncurkan secara resmi model awal Land Cruiser yakni model BJ.
Bulan Juli tahun itu, test drivernya Ichiro Taira mengakhiri uji coba dengan hasil luar biasa. Diinspirasi oleh tokoh Samurai Heikuro Magaki yang mendaki Gunung Atago di atas kuda tahun 1643, Taira mengemudikan Toyota BJ-nya ke kuil Fudo di kota Okasaki. Ini sekaligus dipakai sebagai promosi ketangguhan mobil segala medan ini. Tak lama berselang, Toyota Land Cruiser mulai menandingi dominasi Jeep Willys. Bahkan dengan model-model selanjutnya, Toyota Land Cruiser bisa diterima di pasar yang kala itu sulit ditembus yakni Amerika Utara. Lewat model ini, Toyota masuk ke pasar-pasar di berbagai belahan dunia, Termasuk di Indonesia yang dikenal sebagai sebagai Toyota Hardtop Land Cruiser FJ40/45. Di Afrika, model-model Toyota Land Cruiser ini digunakan sebagai Technical alias jip bersenjata yang dibekali senapan mesin ringan, berat atau bahkan senjata basoka tanpa tolak balik (Recoilless bazooka) dan diterjunkan sepanjang konflik-konflik bersenjata dengan kinerja sangat tangguh.
Toyota tidak hanya dikenal melalui Toyota Land Cruiser. Mereka juga mengembangkan model yang menjadi favorit dunia, sedan kecil. Pada tahun 1961, Toyota mengeluarkan model Publica dan lima tahun kemudian meluncurkan model Corolla. Lewat Toyota Corollayang memulai debutnya pada tahun 1966, sedan mungil generasi awal ini memakai penggerak belakang mengubah tatanan sedan bongsor yang populer saat itu menuju arah sedan kecil yang kompak, irit dan ringkas. Memasuki tahun 1975, Corolla masuk dalam generasi ketiga dan terjual lebih dari 5 juta unit. Hal yang menakjubkan ini masih kokoh hingga sekarang. Mesin mobil Corolla ini kemudian digunakan di Indonesia sebagai mesin untuk kendaraan niaga keluarga serbaguna, Toyota Kijang generasi awal yang dikenal sebagai Kijang Buaya.
Sejalan makin mengglobalnya produk Toyota, mereka sadar tidak mempunyai grafik logo. Bahkan di Indonesia dijumpai kendaraan bermerk Toyota seperti Toyota Kijang dengan logo TOYOTA pada grill di bagian bonnet (hidung) mobil. Pada tahun 1989 Toyota akhirnya memutuskan untuk membuat dua lingkaran oval (elips) yang menghasilkan huruf T dan ellips ketiga mengisyaratkan akan the spirit of understanding in design. Lingkaran ketiga itu sekaligus mengelilingi kedua lingkaran ellips sebelumnya yang berbentuk T itu sebagai bukti menjaga dan memengaruhi sekelilingnya.
Pada tahun 1990-an, Toyota semakin membuktikan bahwa mobil Jepang dapat bersaing dengan mobil Eropa dan Amerika. Toyota Celica berhasil menjadi juara rally dunia, dan Toyota Camry menjadi mobil paling laris di Amerika.
Tahun 1999 Toyota mengakuisisi 51,19% saham Daihatsu dan pada tahun 2001 Toyota membeli 50,11% saham Hino.












Kepemimpinan
Presiden Toyota Motor Industries :
·         Rizaburo Toyoda (1937-1941)
·         Kiichiro Toyoda (1941-1950)
·         Taizo Ishida (1950-1961)
·         Fukio Nakagawa (1961-1967)
·         Eiji Toyoda (1967-1982)

Presiden Toyota Motor Corporation :
·         Eiji Toyoda (1967-1981)
·         Shoichiro Toyoda (1982-1992)

CEO Toyota Motor Corporation :
·         Dr. Tatsuro Toyoda (1992-1995)
·         Hiroshi Okuda (1995-1999)
·         Fujio Cho (1999-2005)
·         Katsuaki Watanabe (2005-2009)
·         Akio Toyoda (2009-sekarang)

Ketua Toyota Motor Corporation :
·         Shoichiro Toyoda (1992-1999)
·         Hiroshi Okuda (1999-2006)
·         Fujio Cho (2006-sekarang)


PENUTUP
A. Kesimpulan
TOYOTA memiliki sejumlah keunggulan yang menyebabkan mereka mencapai kesuksesan yaitu mereka melakukan perekrutan tenaga kerja yang sangat selektif untuk mendapatkan tenaga kerja yang professional untuk dipekerjakan, memiliki cara penyelesaian masalah yang dilakukan secara bersama-sama oleh para karyawan tanpa menyalahkan karyawan yang membuat kesalahan, serta cara manajemen memperlakukan karyawan, menciptakan situasi kerja dimana rekan kerja saling memperhatikan dan perusahaan memperlakukan pelanggan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa kunci kesuksesan TOYOTA terdapat pada manajemennya yang tepat.
B. Saran
TOYOTA harus terus melakukan inovasi-inovasi baru untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produk mereka. Selain itu, TOYOTA juga harus dapat menciptakan situasi kerja yang lebih nyaman bagi para karyawan agar karyawan lebih loyal pada perusahaan.








CARA TOYOTA
Di Toyota, mutu diartikan menyediakan apa yang diperlukan pelanggan. Rencana bisnis disebut The Toyota Touch ( Sentuhan Toyota), karena rencana itu memerlukan filosofi jangka panjang yang menempatkan pelanggan di tempat pertama.
Untuk mencapai mutu, Toyota amat memperhatikan orang yang terlibat. Di Toyota Motor Manufacturing di Kanada, para calon karyawan harus mendemonstrasikan keterampilan komunikasi, fleksibilitas departemen, kemampuan bekerja dalam tim, dan inisiatif untuk mencari kelemahan dan memperbaikinya. “Kami memnginginkan orang yang mau melakukan hal dengan cara yang berbeda,” kenang Bill Taylor, wakil presiden manufaktur Toyota. Pengalaman dalam industri mobil bukan menjadi persyaratan. Sebenarnya, Taylor adalah salah seorang dari beberapa yang dapat mengatakan mempunyai pengalaman seperti itu.
Pabrik di Kanada ikut datang menjawab untuk sukses yang dialami oleh Toyota disana. Pabrik itu diperlengkapi dengan mesin mutakhir dan bersih serta penerangannya memadai. Pesaing setempat, seperti Honda Kanada Inc., Hyundai, dan Cami Automotive Inc. (usaha patungan antara GM dan Suzuki Motor Co.) tidak mempunyai keuntungan yang sama.
Tetapi yang lebih penting adalah filosofi sentuhan Toyota, yang terjalin ke dalam semua operasi. Menghiasi dinding terpampang tulisan seperti “Kepuasan pelanggan dimulai dari proses” dan kepuasan pelanggan: inti dari bisnis kita.” “Ini mugkin nilainya kuno,” kata Taylor, “tetapi bila Anda percaya pada ungkapan itu, hasilnya besar sekali.”
Di Toyota “ pelanggan” adalah sebuah kata yang didefinisikan secara amat umum. Manajer tidak mengharap lini pekerja untuk berpikir mengenai orang yang akhirnya memakai produk. “pelanggan saya adalah orang yang ada didepan saya, “kata pekerja lini Victoria Schumacher”. “ dan saya adalah pelanggan dari orang yang ada dibelakang saya. Fokus mengenai pelanggan internal ini menyediakan orang yang benar-benar harus dilayani kebutuhannya dalam prestasi mereka sendiri.
Rasa hormat untuk rekan sekerja ditambah perhatian kepada pelanggan. Misalnya, kalau ada kesalahan terjadi, lini itu dihentkan dan pekerja bersama-sama mencoba membetulkannya. Tidak ada yang saling menyalahkan atau cemberut. “Apa yang signifikan adalah apa yang dilakukan oleh tim dengan masalah setelah lini dihentikan, “jelas taylor. “Tidak seorang pun yng menyalahkan pekerja yang bertanggung jawab untuk masalah tersebut. Sebaliknya tim memfokuskan energi pada masalah. Anda harus memberikan keleluasaan kepada orang untuk memecahkan masalah mereka sendri. Kalau tidak demikian anda menghalangin inisiatif mereka.
Pada waktu yang sama, Toyota menggunakan kesalahan untuk keuntungan perusahaan lewat proses yang disebut orang Jepang sebagai kaizen, atau perbaikan berkesinambungan. “Kalau sebuah tim melihat ada masalah, mereka meng-kaizen [digunakan sebagai kata kerja oleh orang Kanada] masalah tadi dan menghasilkan cara lebih baik untuk melakukan pekerjaan itu, “kata Adrian Korstanje, manajer hubungan masyarakat.
Bukti dari kaizen tersebar di seluruh pabrik Toyota. Misalnya, jalur yang dikendalikan dengan udara temat peralatan yang digerakkan dengan listrik tergantung – yang dapat dijangkau dengan mudah oleh pekerja – dihasilkan dari usul pekerja. Tim pemeliharaan perusahaan sendiri yang membuat jalur tersebut. Para pekerja juga menghasilkan ide alat untu mempermudah pekerja memasang aki dalam mobil.
Kaizen juga bebentuk tantangan untuk karyawan. Tidak seperti pabrik mobil Amerika Utara yang lain, Toyota tidak mempekerjakan satu pun insinyur industri. Sebaliknya Toyota menyerahkan pada karyawan Toyota. Pada tahun 1990, ketika perusahaan ingin meningkatkan produktivitas dari 50.000 menjadi 65.000 mobil setahun, manajemen menantang karyawan untuk mewujudkannya. Lewat kaizen, karyawan mampu memperbaiki proses dan mengurangi waktu produksi total dengan 30 detik untuk setiap mobil, sebuah pengurangan yang signifikan.
Filosofi kaizen juga meluas sampai pada kantor administrasi. Kesadaran bermasyarakat ada diantara 200 karyawan administrasi, kebanyakan bekerja sebuah ruang terbuka kira-kira seluas ruang untuk senam. “Diperlukan penyesuaian, “komentar Bill Easdale, wakil presiden senior untuk administrasi dan mantan wakil presiden personalia dan hubungan industrial di de Haviland Aircraft of Canada Ltd. “ Saya datang dari sebuah organisasi yang para eksekutifnya mempunyai ruang besar,kursinya berlapis kulit, dan mempunyai kamar kecil tersendiri. Kami mempunyai sekretaris yang memperhatikan janji kami. Disini, bila orang mempunyai pertanyaan, mereka cukup berjalan ke meja anda. Kadang-kadang memang terlalu ribut, tetapi saya menyukai perubahan itu. Perbedaan yang paling besar adalah produktivitas saya sendiri telah turun, tetapi produktivitas orang lain yang bekerja dengan saya naik pesat sekali. Memang demikianlah seharusnya.”
Di Toyota, mutu bukan daya tarik di permukaan saja di dalam pabrik. Sebaliknya, mutu adalah mengenai cara manajemen memperlakukan karyawan, rekan sekerja saling memperlakukan, dan perusahaan memperlakukan pelanggan. Itu adalah jalan hidup.

1 komentar: