Sabtu, 22 Maret 2014

Pemasaran Global



Kata Pengantar

P
uji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dari Tim Penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Makalah studi pemasaran global ini disusun sedemikian rupa agar para mahasiswa dapat mengerti dan memahami materi yang disampaikan secara menyeluruh dan mendalam.
Dalam makalah ini, pembahasan kami mulai dari pengertian dan teori-teori yang kemudian kami lanjutkan dengan pemaparan atau penjelasan lebih lanjut mengenai perdagangan internasional. Kami berharap pemaparan atau penjelasan tersebut dapat memantapkan pemahaman pembaca akan materi yang disampaikan.
Tentunya dalam penyusunan makalah ini kami mendapatkan bantuan dari pihak lain, oleh karena itu kami ucapkan terima kasih kepada:
*      Dosen mata kuliah pemasaran global (Universitas Bangka Belitung /UBB) atas bimbingannya dalam penyusunan makalah ini
*      Dan seluruh rekan mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) yang telah memberikan bantuan dalam penyusunan makalah ini.
Tentunya tidak lupa kami dari Tim Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca untuk penyempurnaan makalah ini dimasa yang akan datang. Akhir kata kami ucapkan terima kasih.
                                                                                                                  Balun Ijuk,  1 Maret 2014
       Tim Penulis



Strategi Pemasaran Global

1.       Pengertian Strategi
Strategi adalah pola fundamental dari tujuan-tujuan sekarang dan yang terencana, penyebaran sumber daya, dan interaksi dari sebuah organisasi pasar, pesaing dan faktor-faktor lingkungan lainnya.
A.      5 Komponen Dalam Sebuah Strategi
  1. Lingkup
                Lingkup sebuah organisasi harus harus mengacu kepada luas domain     strategiknya.
  1. Tujuan dan Sasaran
Strategi harus juga merinci tingkat pencapaian atas suatu atau lebih dimensi kinerja
  1. Penyebaran Sumber Daya
                Setiap Organisasi harus mengukur kemampuan sumber daya  dan finansialnya
  1. Identifikasi keunggulan kompetitif yang dapat   dipertahankan agar dapat bersaing dengan pesaing
  2. Sinergitas antara bisnis perusahaan, pasar produk, penyebaran sumber daya dan kompetensi
2.          Pemasaran dan Kaitannya dengan Strategi Pemasaran
Kesuksesan pemasaran suatu produk tergantung  dari strategi pemasaran yang diterapkanya  dalam rangka menciptakan dan mempertahankan pelanggan dipasar global
3.          Globalisasi
Globalisasi adalah produksi dan distribusi produk dan jasa dari jenis dan mutu yang homogen atas basis dunia
Dalam pasar global pula muncul universalitas yang memudarkan perbedaan-perbedaan  antar produk nasional bahkan internasional

4.          Strategi Pemasaran Global
Dampak perbedaan di antara pasar nasional .
Dengan keterkaitan antara semua strategi global perusahaan dan strategi pemasaran global, suatu keputusan harus dibuat antara standarisasi dan adaptasi lokal untuk mengakomodasi perbedaan dalam selera pelanggan, tingkat pendapatan, regulasi, dan perbedaan saluran distribusi serta struktur kompetisi
  1. Kebutuhan pelanggan yang serupa diseluruh dunia : banyak produk industrial dan konsumsi yang memenuhi kebutuhan yang sama disemua pasar mereka
  2. Produk mewah dengan keunggulan pabrikasi dalam negeri : reputasi dari beberapa produk berpusat dikeunggulan pabrikasi dalam negeri
  3. Teknologi terstandardisasi dan pasar dengan harga sangat kompetitif : factor-factor ini membuat filosofi global menjadi esensial untuk produk seperti televisi, radio dll
  4. Produk insetif teknologi dengan biaya litbang yang tinggi : produk seperti ini harus terstandadisasi secara global menutup biaya start-up yang menjulang.
5.       Sistem  Pemasaran Global
ü  Kehadiran di berbagai pasar agar dapat mengambil manfaat dari perbedaannya yakni, menggunakan harga tinggi dan arus kas dalam pasar guna dimana perusahaan dominan dan kompetisinya lemah guna mensubsidi penetrasi pasar.
ü  Kehadiran global dan distribusi yang kuat guna membantu mencapai target harga di berbagai pasar
6.       Cara Koordinasi Pasar Global
ü  Menggunakan metode yang serupa untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas pemasaran di semua negara
ü  Mentransfer pengetahuan pemasaran dan pengalaman ke negara lain
ü  Mengurutkan progra pemasaran yang disertai dengan evolusi siklus produksi
ü  Mengintegrasikan upaya disemua negara sehingga klien dengan operasi banyak negara dapat diberi jasa yang sama pada setiap negara


Tahap-tahap Pengembangan Pasar Internasional
ü  Masuk awal pasar internasional
    Keputusan untuk masuk ke pasar internasional merupakan pijakan awal kedepan. Hal ini membuka peluang  tiap negara untuk melakukan ekspansi dan pertumbuhan.
Pemicu pada tahap awal
  1. Saturisasi upaya duplikasi pasar domestik
  2. Aktivitas luar negeri pelanggan domestik
  3. Diversifikasi resiko
  4. Peluang penentuan sumberpengadaan di pasar luar negeri
  5. Masuknya kompetisi asing diluar negeri
  6. Keinginan untuk mengejar perubahan teknologis
  7. Insentif pemerintah untuk ekspor
  8. Kemajuan dalam teknologi komunikasi dan prasaranan pemasaran
7.       Ekspansi Pasar Lokal
Bagi perusahaan yang telah membentuk kehadirannya di sejumlah pasar asing, perusahaan itu mulai mencari arah baru bagi pertumbuhan dan ekspansinya, dengan demikian bergerak ketahap 2 dar internasionalisasinya.
Pada tahap ke 2 ini ada beberapa pemicunya, antara lain :
ü  Pertumbuhan pasar lokal
ü  Menghadai kompetisi lokal
ü  Inisiatif dan motivasi manajemn lokal
ü  Akeinginan untuk memnfaatkan aset lokal secara lebih efektif
ü  Batasan pasar alamiah
8.       Rasionalisasi Global
Faktor pemicu globalisasi adalah:
ü  Inefisiensi biaya dan duplikasi upaya
ü  Pengetahuan melalui transfer gagasan dan pengalaman
ü  Munculnya pelanggan global
ü  Munculnya kompetisi  global
ü  Pengembangan infrastruktur pemasaran global





















PT. Mitra Stania Prima
Sejarah
Perusahaan PT. Mitra Stania Prima adalah sebuah perusahaan yang bergerak ekspor balok timah. Perusahaan ini merupakan sebuah perusahaan yang didirikan tahun 2004 melalui pengesahan surat izin pertambangan tahun 2004. Dimana surat izin pertambangan ini telah diurus akte pendiriannya sejak g masih dibawah manajeme n kepemimpinan lama dan sejak oktober 2011 terjadi pengalihan status manajemen kemanajemen operasi baru. Sehingga saat ini PT Mitra Stania Prima yang berada dibawah Holdin PT asiri Tambang berada dibawah kepemimpinan baru yaitu 2 orang direktur Utama yang bernama Surawardi dan Harinoto untuk direktur utama pemasaran dipegang oleh Fitriyansah.
Perusahaan ini beroperasi ddikawasan industry jelitik , Sungai Liat Bangka dan memiliki Tambang didaerah Mapur dengan kapasitas produksi 2 ton dalam setahun serta perusahaan ini bekerja sama  dengan UIP yang tiidak memiliki smelter.
PT Mitra Stania Prima dalam kegiatan ekspornya, mengekspor timah balok 99,98sn dengan kandungan PB ± 200ppm. Perusahaan Mitra Stania Prima mengekspor balok timah keberbagai Negara seperti India, Singapura, Hongkong, Thailand, Cina, Korea Selatan, Amerika Serikat, Belanda, dan jepang.
Pabrik ini memperkerjakan 240 orang karyawan yang terbagi atas 90 orang karyawan di pabrik dan 150 orang di bagian pertambangan.










1.     PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

Indofood.gif
Industri
Didirikan
Pendiri
Kantor pusat
Tokoh penting
Anthony Salim (Direktur Utama)
Manuel V. Pangilinan (Komisaris Utama)
Produk
Produk konsumen bermerek
Agribisnis
Pengemasan, perkapalan, dan distribusi


PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (IDX: INDF, IDX: ICBP) merupakan produsen berbagai jenis makanan dan minuman yang bermarkas di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1990 oleh Sudono Salim dengan nama PT. Panganjaya Intikusuma yang pada tahun 1994 menjadi Indofood. Perusahaan ini mengekspor bahan makanannya hingga Australia, Asia, dan Eropa.
Dalam beberapa dekade ini Indofood telah bertransformasi menjadi sebuah perusahaan total food solutions dengan kegiatan operasional yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di rak para pedagang eceran.
Sejarah
  • 1968 - PT Lima Satu Sankyu (selanjutnya berganti nama menjadi PT Supermi Indonesia) didirikan, pertama kali memproduksi Supermi sebagai mi instan pertama di Indonesia. Pada tahun yang sama PT Sanmaru Foods Manufacturing Co Ltd (PT Sanmaru) didirikan.
  • 1972 - PT Sanmaru mulai memproduksi Indomie.
  • 1982 - PT Sarimi Asli Jaya didirikan dan mulai memproduksi Sarimi.
  • 1984 - PT Sarimi Asli Jaya diakuisisi oleh PT Sanmaru.
  • 1986 - PT Supermi Indonesia diakuisisi oleh PT Sarimi Asli Jaya dan PT Sanmaru.
  • 1987 - PT Sanmaru meluncurkan mi instan dalam bentuk cup bermerek Pop Mie.
  • 1989 - PT Sanmaru mengakuisi PT Sari Pangan Nusantara, yang memproduksi makanan bayi bermerek SUN.
  • 1990 - PT Sanmaru membentuk perusahaan patungan dengan PepsiCo, Inc yang memiliki merek FritoLay dan mulai memproduksi makanan ringan seperti Chitato, Chiki, Cheetos, Jetz, Lay's, dan Qtela.
  • 1990 - Indofood didirikan oleh Sudono Salim dengan nama PT Panganjaya Intikusuma.
  • 1993 - PT Panganjaya Intikusuma dan PT Sanmaru membentuk perseroan dengan nama PT Indomie Sukses Makmur Tbk.
  • 1994 - PT Panganjaya Intikusuma berganti nama menjadi PT Indofood Sukses Makmur Tbk.
  • 1995 - Mengakuisisi pabrik penggilingan gandum Bogasari.
  • 1997 - Mengakuisisi 80% saham perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan, agribisnis serta distribusi.
  • 2005 - PT Indosentra Pelangi sebagai produsen bumbu, kecap dan sambal bermerek Indofood membentuk perusahaan patungan dengan Nestlé, mengakuisisi perusahaan perkebunan di Kalimantan Barat.
  • 2006 - Mengakuisisi 55,0% saham perusahaan perkapalan Pacsari Pte. Ltd.
  • 2007 - Mencatatkan saham Grup Agribisnis di Bursa Efek Singapura dan menempatkan saham baru.
  • 2008 - Mengakuisisi 100% saham Drayton Pte. Ltd. yang memiliki secara efektif 68,57% saham di PT Indolakto, sebuah perusahaan dairy terkemuka.
  • 2009 - Memulai proses restrukturisasi internal Grup CBP melalui pembentukan PT. Indofood CBP Sukses Makmur dan pemekaran kegiatan usaha mi instan dan bumbu yang diikuti dengan penggabungan usaha seluruh anak perusahaan di Grup Produk Konsumen Bermerek (CBP), yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Perseroan, ke dalam ICBP.
  • 2010 - Menyelesaikan restrukturisasi internal Grup CBP melalui pengalihan kepemilikan saham anak perusahaan di Grup CBP dengan jumlah kepemilikan kurang dari 100% ke ICBP dan melakukan Penawaran Saham Perdana yang dilanjutkan dengan pencatatan saham ICBP di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 7 Oktober 2010. Peningkatan kepemilikan di Pacsari Pte. Ltd sebesar 10% menjadi pemilik 100%.
  • 2011 - Pada bulan Januari 2011, PT. Indofood CBP Sukses Makmur, PT Gizindo Primanusantara, PT Indosentra Pelangi, PT Indobiskuit Mandiri Makmur dan PT Ciptakemas Abadi digabung sepenuhnya dengan status perusahaan terbuka (Tbk.) menjadi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. PT Salim Ivomas Pratama (SIMP), anak perusahaan langsung dan tidak langsung Perseroan, melakukan IPO diikuti dengan pencatatan saham di BEI pada 9 Juni 2011.
  • 2013 - Menyelesaikan akuisisi PT Pepsi-Cola Indobeverages, perusahaan yang memproduksi minuman ringan bermerek Pepsi, 7 Up dan sebagainya. Akuisisi ini dilakukan oleh PT Indofood Asahi Sukses Beverage dan PT Asahi Indofood Beverage Makmur, yang masing-masing adalah 51% dan 49% dimiliki oleh ICBP.
Produk
Produk konsumen bermerek
Bogasari
Minyak goreng dan lemak

2.     Sido Muncul
PT Sido Muncul adalah pabrik jamu tradisional dengan menggunakan mesin-mesin mutakhir. Berdiri pada tahun 1940 di Yogyakarta, dan dikelola oleh Ny. Rahkmat Sulistio, Sido Muncul yang semula berupa industri rumahan ini secara perlahan berkembang menjadi perusahaan besar dan terkenal seperti sekarang ini.
Sejarah
Pada tahun 1951, keluarga Ny. Rahkmat Sulistioningsih pindah ke Semarang, dan di sana mereka mendirikan pabrik jamu secara sederhana namun produknya diterima masyarakat secara luas. Karena semakin besarnya usaha keluarga ini, maka modernisasi pabrik juga merupakan suatu hal yang mendesak.
Pada 1984, PT. Sido Muncul memulai modernisasi pabriknya, dengan merelokasi pabrik sederhananya ke pabrik yang representatrif dengan mesin-mesin modern.
Pada 11 November 2000, PT Sido Muncul kembali meresmikan pabrik baru di Ungaran yang lebih luas dan modern. Peresmian dilakukan oleh Menteri Kesehatan waktu itu, dan pada saat itu pula PT Sido Muncul memperoleh 2 penghargaan sekaligus, yakni Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) setara dengan farmasi, dan sertifikat inilah yang menjadikan PT. SidoMuncul sebagai salah satu pabrik jamu berstandar farmasi. Lokasi pabrik sendiri terdiri dari bangunan pabrik seluas 7 hektar, lahan Agrowisata ,1,5 hektar, dan sisanya menjadi kawasan pendukung lingkungan pabrik.
Pada tanggal 10 Pebruari 2010 telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik bahan baku herbal seluas 3.000 m2.
Lain-lain
Logo Jamu Sido Muncul yang berupa ibu dan anaknya adalah gambar Ny. Rahkmat Sulistio, pendiri Jamu Sido Muncul beserta cucunya, Irwan Hidayat, saat itu berusia 4 tahun. Irwan Hidayat sejak tahun 1972 sampai sekarang adalah Presiden Direktur PT Sido Muncul.
Produk
3.     PT. TIMAH Tbk

TIMAH.jpg
BUMN
Industri
Pertambangan
Didirikan
Kantor pusat
Jl. Jenderal Sudirman 51 Pangkal Pinang 33121, Bangka,Indonesia
Tokoh penting
Wachid Usman; Direktur Utama
Situs web
PT Timah (Persero) Tbk atau disingkat PT TIMAH adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pertambangan atau eksplorasi timah. Perusahaan ini adalah penghasil timah dunia terbesar pada tahun 2008.
Daftar isi
Sejarah
PT Timah (Persero) Tbk mewarisi sejarah panjang usaha pertambangan timah di Indonesia yang sudah berlangsung lebih dari 200 tahun. Sumber daya mineral timah di Indonesia ditemukan tersebar di daratan dan perairan sekitar pulau-pulau Bangka, Belitung, Singkep, Karimun dan Kundur.
Di masa kolonial, pertambangan timah di Bangka dikelola oleh badan usaha pemerintah kolonial "Banka Tin Winning Bedrijf" (BTW). Di Belitung dan Singkep dilakukan oleh perusahaan swasta Belanda, masing-masing Gemeeenschappelijke Mijnbouw Maatschappij Biliton (GMB) dan NV Singkep Tin Exploitatie Maatschappij (NV SITEM).
Setelah kemerdekaan R.I., ketiga perusahaan Belanda tersebut dinasionalisasikan antara tahun 1953-1958 menjadi tiga Perusahaan Negara yang terpisah. Pada tahun 1961 dibentuk Badan Pimpinan Umum Perusahaan Tambang-tambang Timah Negara (BPU PN Tambang Timah) untuk mengkoordinasikan ketiga perusahaan negara tersebut, pada tahun 1968, ketiga perusahaan negara dan BPU tersebut digabung menjadi satu perusahaan yaitu Perusahaan Negara (PN) Tambang Timah.
Dengan diberlakukannya Undang-undang No. 9 Tahun 1969 dan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1969, pada tahun 1976 status PN Tambang Timah dan Proyek Peleburan Timah Mentok diubah menjadi bentuk Perusahaan Perseroan (Persero) yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia dan namanya diubah menjadi PT Tambang Timah (Persero).
Krisis industri timah dunia akibat hancurnya the International Tin Council (ITC) sejak tahun 1985 memicu perusahaan untuk melakukan perubahan mendasar untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Restrukturisasi perusahaan yang dilakukan dalam kurun 1991-1995, yang meliputi program-program reorganisasi, relokasi Kantor Pusat ke Pangkalpinang, rekonstruksi peralatan pokok dan penunjang produksi, serta penglepasan aset dan fungsi yang tidak berkaitan dengan usaha pokok perusahaan.
Restrukturisasi perusahaan berhasil memulihkan kesehatan dan daya saing perusahaan, menjadikan PT Timah (Persero) Tbk layak untuk diprivatisasikan sebagian. PT Timah (Persero) Tbk melakukan penawaran umum perdana di pasar modal Indonesia dan internasional, dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta, Bursa Efek Surabaya, dan the London Stock Exchange pada tanggal 19 Oktober 1995. Sejak itu, 35% saham perusahaan dimiliki oleh masyarakat dalam dan luar negeri, dan 65% sahamnya masih dimiliki oleh Negara Republik Indonesia.
Untuk memfasilitasi strategi pertumbuhan melalui diversifikasi usaha, pada tahun 1998 PT Timah (Persero) Tbk melakukan reorganisasi kelompok usaha dengan memisahkan operasi perusahaan ke dalam 3 (tiga) anak perusahaan, yang secara praktis menempatkan PT Timah (Persero) Tbk menjadi induk perusahaan (holding company) dan memperluas cakupan usahanya ke bidang pertambangan, industri, keteknikan, dan perdagangan.
Saat ini PT Timah (Persero) Tbk dikenal sebagai perusahaan penghasil logam timah terbesar di dunia dan sedang dalam proses mengembangkan usahanya di luar penambangan timah dengan tetap berpijak pada kompetensi yang dimiliki dan dikembangkan.
Logam timah
Timah merupakan logam dasar terkecil yang diproduksi yaitu kurang dari 300.000 ton per tahun, dibandingkan dengan produksi aluminium sebesar 20 juta ton per tahun.
Timah digunakan dengan berbagai cara di pabrik timah, solder dan pabrik kimia; mulai dari baju anti api, sampai dengan pembuatan stabiliser pvc, pestisida dan pengawet kayu. Di pabrik timah digunakan untuk kemasan bersaing dengan aluminium, namun pasar kemasan cukup besar bagi keduanya dengan masing-masing keunggulannya. Kaleng lapis timah lebih kuat dari kaleng aluminium, sehingga menjadi keunggulan bagi produk makanan kaleng.
Peningkatan terbesar dalam permintaan timah baru-baru ini adalah karena tekanan lingkungan yang meminta pabrik solder memangkas kandungan lead pada solder, sehingga membuat kandungan timah dalam solder meingkat dari 30% menjadi hampir 97% hal ini merupakan peningkatan konsumsi yang besar.
Eksplorasi
Mulai tahun 1996, perusahaan menggunakan peralatan berteknologi modern yaitu Global Positioning System (GPS) untuk melengkapi fasilitas kegiatan dan aktivitas eksplorasi. Hal ini sangat membantu meningkatkan efisiensi dan keakuratan dari pemetaan dan pengukuran. Data dari tes laboratorium dan GPS disimpan di dalam komputer untuk memproduksi dan menghasilkan peta geologis yang sangat tinggi keakuratannya bagi pertambangan yang sistematis dan efisien.
Penambangan Lepas Pantai
Perusahaan mengoperasikan armada kapal keruk untuk operasi produksi di daerah lepas pantai (off shore). Armada kapal keruk mempunyai kapasitas mangkok (bucket) mulai dari ukuran 7 cuft sampai dengan 24 cuft. Kapal keruk dapat beroperasi mulai dari kedalaman 15 meter sampai 50 meter di bawah permukaan laut dan mampu menggali lebih dari 3,5 juta meter kubik material setiap bulan. Setiap kapal keruk dioperasikan oleh karyawan yang berjumlah lebih dari 100 karyawan yang waktu bekerjanya terbagi atas 3 kelompok dalam 24 jam sepanjang tahun.
Hasil produksi bijih timah dari kapal keruk diproses di instalasi pencucian untuk mendapatkan kadar minimal 30% Sn dan diangkut dengan kapal tongkang untuk dibawa ke Pusat Pengolahan Bijih Timah (PPBT) untuk dipisahkan dari mineral ikutan lainnya selain bijih timah dan ditingkatkan kadarnya hingga mencapai persyaratan peleburan yaitu minimal 70-72% Sn.
Penambangan Darat
Produksi penambangan darat yang berada di wilayah Kuasa Pertambangan (KP) perusahaan dilaksanakan oleh kontraktor swasta yang merupakan mitra usaha dibawah kendali perusahaan. Hampir 80% dari total produksi perusahaan berasal dari penambangan di darat mulai dari Tambang Skala Kecil berkapasitas 20 m3/jam sampai dengan Tambang Besar berkapasitas 100 m3/jam.
Proses penambangan timah alluvial menggunakan pompa semprot (gravel pump).Setiap kontraktor atau mitra usaha melakukan kegiatan penambangan berdasarkan perencanaan yang diberikan oleh perusahaan dengan memberikan peta cadangan yang telah dilakukan pemboran untuk mengetahui kekayaan dari cadangan tersebut dan mengarahkan agar sesuai dengan pedoman atau prosedur pengelolaan lingkungan hidup dan keselamatan kerja di lapangan. Hasil produksi dari mitra usaha dibeli oleh perusahaan sesuai harga yang telah disepakati dalam Surat Perjanjian Kerja Sama.
Pengolahan
Untuk meningkatkan kadar bijih timah atau konsentrat yang berkadar rendah, bijih timah tersebut diproses di Pusat Pencucian Bijih Timah (Washing Plant). Melalui proses tersebut bijih timah dapat ditingkatkan kadar (grade) Sn-nya dari 20 - 30% Sn menjadi 72% Sn untuk memenuhi persyaratan peleburan. Proses peningkatan kadar bijih timah yang berasal dari penambangan di laut maupun di darat diperlukan untuk mendapatkan produk akhir berupa logam timah berkualitas dengan kadar Sn yang tinggi dengan kandungan pengotor (impurities) yang rendah.
Peleburan
Perusahaan mengoperasikan 8 tanur dan 2 single stage furnace (SSF), 7 tanur berada di daerah Mentok, Bangka dan 1 tanur berada di daerah Kundur. Proses peleburan merupakan proses melebur bijih timah menjadi logam Timah. Untuk mendapatkan logam timah dengan kualitas yang lebih tinggi, maka harus dilakukan proses pemurnian terlebih dahulu dengan menggunakan suatu alat pemurnian yang disebut crystallizer.
Produk yang dihasilkan berupa logam timah dalam bentuk balok atau batangan dengan skala berat antara 16 kg sampai dengan 26 kg per batang. Produk yang dihasilkan juga dapat dibentuk sesuai permintaan pelanggan (customize) dan mempunyai merek dagang yang terdaftar di London Metal Exchange (LME).
Distribusi dan Pemasaran
Kegiatan pemasaran mencakup kegiatan penjualan dan pendistribusian logam timah. Pendistribusian logam timah hampir 95% dilaksanakan untuk memenuhi pasar di luar negeri atau ekspor dan sebesar 5% untuk memenuhi pasar domestik. Negara tujuan ekspor logam Timah antara lain adalah wilayah Asia Pasifik yang meliputi Jepang, Korea, Taiwan, Cina dan Singapura, wilayah Eropa meliputi Inggris, Belanda, Perancis, Spanyol dan Italia serta Amerika dan Kanada.


2 komentar:

  1. Wynn Resorts Announces Multi-Year Partnership With
    The Wynn Resorts 충청북도 출장마사지 corporate office in 정읍 출장샵 Las Vegas, A 울산광역 출장안마 $2.7 목포 출장안마 billion agreement with the Wynn casino operator 계룡 출장마사지 would generate approximately

    BalasHapus